Produksi Nikel Ditekan, Pendapatan RI Justru Melejit Signifikan!

pgr, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 09:00 WIB
Foto: Infografis/ Harita Nickel/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat, pasca pemerintah Indonesia menerapkan pemangkasan produksi nikel melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di tahun 2026 ini, harga nikel justru mengalami kenaikan.

Hal ini lantas membuat nilai tambah dan penerimaan negara menjadi naik secara signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh CNBC Indonesia melalui DEN, tercatat bahwa pengendalian RKAB mendorong rata-rata harga London Metal Exchange (LME) per Januari - Agustus 2026 menjadi US$17.494 per ton atau naik 15% jika dibandingkan dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sehingga ekspor nikel sampai dengan Agustus 2026 naik sekitar 17%, meskipun volume turun sekitar 4%. Hal ini menandakan pengendalian RKAB mencapai dua tujuan utama yaitu konservasi cadangan dan pada saat yang bersamaan juga meningkatkan nilai tambah ekspor," ungkap Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto, dikutip Kamis (22/10/2026).


Seto menegaskan, dengan ditekannya produksi nikel dalam RKAB, produk nikel Indonesia semakin dihargai. Buktinya, diskon harga MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) atau produk antara (intermediate product) dari hasil olahan bijih nikel laterit terhadap LME menyempit dari 21% di tahun 2024 menjadi 10% di tahun 2026 ini.

"Nilai tambah meningkat: ekspor nikel diproyeksikan mencapai US$39,7 miliar pada 2026, naik 28% dari 2024, sementara volumenya hanya naik hanya 13%," tegas Seto.

Dengan demikian, bisa dipastikan, bahwa penerimaan negara atas sub sektor nikel ini menjadi naik. Bahkan, penyesuaian Harga Patokan Mineral (HPM) yang berlaku pada April 2026 meningkatkan penerimaan negara dari bijih saprolite.

"Sehingga target PNBP dari nikel diperkirakan akan melampaui target di 2026 ini," ungkap Seto.

Seto menyatakan, bahwa keseimbangan pasokan nikel Indonesia di Dunia menjadi penting, pasalnya Indonesia merupakan produsen 2/3 nikel dunia. "Kontrol terhadap pasokan menjadi penting agar pasar tidak oversupply yang menyebabkan harga jatuh," urai Seto.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Macron Kritik Trump soal Kerusuhan Prancis