CLOSE AD
MARKET DATA

Investasi KEK Baru 67%, Airlangga Kejar Target Rp69,1 T di Akhir Tahun

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
21 October 2026 18:15
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)
Foto: Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan target investasi sebesar Rp69,1 triliun di kawasan ekonomi khusus (KEK) bisa dicapai pada 2026. Menurutnya, target ini masih bisa dicapai meski sebenarnya realisasi investasi baru mencapai 67% pada kuartal III-2026.

Menurut Airlangga, target itu bisa tercapai karena saat ini pelaku usaha pada dasarnya tengah melakukan pengembangan di kawasan ekonomi khusus. Saat ini, proses pembangunan kawasan ekonomi khusus itu masih berjalan. Sehingga, realisasi investasi berpotensi meningkat pada kuartal IV-2026 dengan pembangunan tersebut.

"(Realisasi investasi di) KEK mencapai 67% sampai kuartal III-2026, harapannya bisa mencapai 100% di kuartal IV-2026 karena semua kan sedang dalam progres pembangunan," ujar Airlangga kepada awak media di kantornya, Rabu (21/10/2026).

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Aliansi KEK Indonesia Didik Purbadi mengatakan sebenarnya beberapa daerah saat ini tengah memiliki rencana untuk perluasan kawasan ekonomi khusus.

Menurutnya, pertumbuhan kinerja kawasan ekonomi khusus di sektor industri, pariwisata dan pendidikan juga terjadi dengan pesat. Misalnya, kawasan ekonomi khusus Kendal memiliki realisasi investasi Rp14,25 triliun pada 2025. Angka ini melampaui target Rp8,36 triliun.

"Kawasan ekonomi khusus Kendal itu sangat cepat sekali dan pertumbuhan ekonominya tertinggi di Jawa Tengah tiga tahun terakhir. Investor sudah antre," ujar Didik.

Namun, dia menilai masih banyak tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha di kawasan ekonomi khusus. Padahal, mereka memiliki rencana perluasan atau pengembangan di kawasan ekonomi khusus. Adapun, salah satu tantangannya adalah tidak sinkronnya data antara kementerian hingga pemerintah daerah. Salah satu yang tidak sinkron adalah perubahan tata ruang.

Misalnya, ada wilayah yang ditetapkan sebagai lahan baku sawah dan lahan sawah dilindungi. Padahal, itu sebelumnya tidak termaktub dalam Rencana Detail Tata Ruang. Namun, wilayah itu ditetapkan sebagai lahan baku sawah melalui keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Bahkan tata ruang regionalnya tuh tidak ada lahan sawah dilindungi, tiba-tiba dengan keputusan menteri itu area yang tadinya tidak ada tiba-tiba ada. Padahal riilnya bukan menjadi lahan untuk lahan baku sawah misalkan gitu," ujarnya.

Realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus mencapai Rp46 triliun pada Januari-September 2026. Angka ini baru setara 67% dari target investasi Rp69,1 triliun pada 2026.

Adapun, realisasi investasi hingga kuartal III-2026 mengalami penurunan sebesar 9,09% secara tahunan atau year-on-year bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Evaluasi Kinerja KEK tercatat capaian realisasi investasi Rp50,6 triliun hingga triwulan III-2025.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Realisasi Investasi KEK Hingga Kuartal III-2026 Rp46 T, Turun 9%


Most Popular
Features