Becandanya Komut MIND ID: PT Timah Dulu Nambang, Sekarang Nimbang!
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menyoroti praktik culas dalam tata kelola komoditas timah nasional sebelum dilakukannya penertiban pertambangan ilegal oleh pemerintah. Fuad sendiri saat ini masih menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Fuad berkelakar bahwa PT Timah Tbk sebelumnya tidak lagi menjalankan aktivitas penambangan secara langsung di lapangan, melainkan sebatas menimbang hasil tambang yang diperoleh pihak lain di atas lahannya sendiri.
Fuad mengungkapkan bahwa fenomena tersebut menjadikan BUMN produsen timah tersebut seolah-olah bertindak sebagai penadah atas hasil tambang dari wilayah konsesinya sendiri. Praktik menampung hasil tambang pihak lain di area izin usaha pertambangan (IUP) milik sendiri menggambarkan betapa rusaknya sistem pengelolaan komoditas timah di masa lalu akibat ketiadaan penegakan hukum.
"Ya Timah itu saya tuh suka becanda. Timah itu tadinya penambang yang besar-besar. Terakhir-terakhir ini kan tidak pernah nambang lagi. Cuma nimbang," ujar Fuad dalam Podcast Cuap Cuap Cuan CNBC Indonesia, dikutip Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebelum pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto melakukan penertiban, marak terjadi aktivitas penambangan ilegal di atas lahan konsesi milik PT Timah. Pihak luar secara bebas dan terang-terangan mendirikan fasilitas penambangan di lokasi tersebut tanpa adanya tindakan tegas dari aparat.
"Jadi nimbang apa? Barang. Tukang tadah berarti kan? Tukang tadah siapa? Tukang tadah barangnya sendiri," imbuhnya.
Langkah penertiban dan penegakan hukum di bawah pemerintahan Prabowo tercatat berhasil menutup sekitar 1.000 titik tambang timah ilegal khususnya di wilayah Bangka Belitung. Penutupan aktivitas ilegal tersebut berdampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan PT Timah, hingga mampu mendongkrak keuntungan perusahaan hingga 9 kali lipat serta meningkatkan nilai sebesar 280%.
"Setelah ditertibkan luar biasa ya, itu nertibinnya dipikir gampang? Makanya alhamdulillah ya kan? Asetnya nilainya jadi kapitalisasi naik semuanya, penjualannya naik, semuanya mungkin bisa 9 kali 10 kali lipat," tambahnya.
Dia menambahkan bahwa penertiban tambang ilegal juga berhasil menghentikan kebocoran pasokan timah ke luar negeri yang selama ini menampung hasil penambangan tanpa izin. Penataan tata kelola dan penegakan kedaulatan atas sumber daya alam diyakini dapat mengembalikan potensi devisa negara sekaligus menciptakan iklim industri pertambangan yang tertib dan berkelanjutan.
"Nah ini pemerintahan Pak Prabowo yang menertibkan tuh kan Pak Prabowo. Jadi dia enggak nambang, tapi nimbang aja. Jadi nimbang aja udah sekian. Lahannya dia, jadi dia menampung barang tukang tadah barang sendiri," ungkap Fuad.
Prabowo berantas tambang ilegal timah
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan bahwa langkah penertiban pertambangan ilegal (PETI) khususnya untuk komoditas timah sudah membuahkan hasil.
Dalam catatannya, PT Timah Tbk (TINS) sudah mencatatkan peningkatan kinerja keuangan secara signifikan dengan keuntungan melonjak hingga 900% atau sembilan kali lipat pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama para Jurnalis Senior dan Pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).
"Penyelundupan, sekian puluh tahun penyelundupan timah dari Bangka berjalan. Tapi dengan kebijakan kita, kita tutup penyelundupan, kita hentikan berapa ratus tambang ilegal di Bangka, PT Timah sekarang untung! Untungnya Anda mungkin enggak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali! 900%!" kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan pemulihan kinerja PT Timah merupakan dampak dari ketegasan penegakan hukum dan penutupan celah kebocoran kekayaan negara yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Langkah pembenahan tata kelola tersebut secara langsung memulihkan potensi pendapatan BUMN.
"Iya kan? Karena kita tegakkan aturan. Coba ini sudah berjalan berapa puluh tahun?," imbuhnya.
Prabowo menyebutkan bahwa pemulihan kinerja keuangan PT Timah menjadi bukti bahwa perbaikan tata kelola serta kepemimpinan yang bersih mampu mengubah BUMN dari kondisi rugi menjadi menguntungkan dalam waktu singkat.
Pihaknya menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah maupun direksi BUMN berkomitmen kuat untuk menghentikan segala bentuk praktik penyelewengan atau pencurian aset negara.
"Kenapa? Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau pat-guli-pat, kita tidak mau mencuri dari negara! Ini intinya itu. Jadi ini pun di luar harapan saya, gitu loh. Jadi saya optimistis," tegas Prabowo.
Selain penertiban di sektor pertambangan timah, pemerintah juga terus menertibkan ribuan tambang ilegal lainnya serta melakukan pembenahan struktur BUMN guna mencegah kebocoran anggaran dan meningkatkan penerimaan dividen bagi negara.
(pgr/pgr)