Ramai-Ramai Wisman & Wisnus Pelesiran di RI, Ternyata Tak Cuma ke Bali

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Rabu, 21/10/2026 12:45 WIB
Foto: Ilustrasi Turis Wisata Bali. (Dok. Kemenparekraf)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melaporkan kinerja sektor pariwisata Indonesia dalam dua tahun terakhir atau selama dua tahun periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Widyanti mengatakan pembangunan pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan wisatawan, tetapi juga berorientasi pada dampak nyata bagi perekonomian masyarakat serta pemerataan di berbagai daerah.

"Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026," kata Widyanti dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/10/2026).


Di 2025, Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), meningkat 10,80% dibandingkan pada 2024 dan melampaui target nasional 14-15 juta kunjungan.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.

Tren positif ini berlanjut hingga Agustus 2026 dengan perolehan 10,58 juta kunjungan wisman, menandai pertumbuhan 5,38% secara tahunan (year-on-year/yoy), dan 842,15 juta perjalanan wisnus, tumbuh 4,29% (yoy).

"Pertumbuhan pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat kedua di antara lima ekonomi besar Asia Tenggara," terang Widyanti.

Pertumbuhan pariwisata juga diiringi dengan pemerataan perjalanan. Kunjungan tidak hanya terjadi di Bali atau kota-kota besar.

Pada kuartal I-2026, kawasan Manado-Likupang dan Danau Toba mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara yang sangat tinggi, masing-masing meningkat sebesar 60,42% dan 33,40% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

Dari sisi pertumbuhan tercepat wisatawan nusantara antara 2025 hingga 2026, Danau Toba kembali memimpin dengan lonjakan signifikan sebesar 106,68%, disusul oleh Lombok-Gili Tramena yang tumbuh sebesar 75,45%.

"Pariwisata semakin berkembang di berbagai daerah, yang artinya aktivitas pariwisata menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.

Sementara pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisman meningkat 6,36% menjadi US$1.313 atau sekitar Rp22,59 juta per kedatangan.

Pengeluaran wisatawan tersebut dibelanjakan langsung untuk berbagai kebutuhan seperti akomodasi, makan minum, cendera mata, hiburan, paket tur lokal, dan lainnya. Menariknya, lebih dari 95% usaha pariwisata digerakkan oleh UMKM.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Airlangga Ungkap Alasan Ekonomi Vietnam Tumbuh Lebih Kencang Dari RI