PT SMI Perluas Peran DFI Dalam Akselerasi Pembangunan Infrastruktur
Jakarta, CNBC Indonesia - Peran PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI dalam pembangunan infrastruktur nasional kian beragam. Sebagai Development Finance Institution (DFI), PT SMI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan beragam produk dan skema yang dirancang sesuai karakter proyek dan kebutuhan mitra, mulai dari badan usaha hingga pemerintah daerah.
Hingga Agustus 2026, kiprah tersebut tercermin dari total nilai proyek akumulatif yang didukung PT SMI sebesar Rp1.312 triliun. Angka ini menunjukkan efek pengganda (multiplier effect) peran PT SMI dalam mengungkit pembangunan infrastruktur di berbagai sektor dan
wilayah Indonesia.
"Kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat beragam, sehingga tidak bisa dijawab dengan satu jenis solusi. Karena itu, peran PT SMI sebagai DFI kami kembangkan secara multifacet, dengan menghadirkan produk dan skema pembiayaan yang semakin beragam agar setiap proyek dapat terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Satu Institusi, Beragam Solusi Pembiayaan
Ragam peran PT SMI terlihat dari komposisi komitmen pembiayaannya. Kepada badan usaha, PT SMI telah membukukan komitmen pembiayaan sebesar Rp 99,71 triliun untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur di sektor energi, transportasi, telekomunikasi, logistik, hingga infrastruktur sosial.
Sementara itu, komitmen pembiayaan kepada pemerintah daerah mencapai Rp37,56 triliun. Melalui instrumen ini, PT SMI membantu daerah mempercepat penyediaan infrastruktur publik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kapasitas anggaran tahunan.
Di samping itu, PT SMI juga menjalankan peran pengembangan proyek dan jasa konsultasi, termasuk pendampingan skema KPBU. Melalui fasilitas Project Development Facility (PDF), PT SMI telah memberikan pendampingan terhadap 35 proyek dengan nilai hampir US$44 miliar di 11 sektor infrastruktur sejak 2011, sehingga kontribusinya tidak berhenti pada penyediaan dana, tetapi juga mencakup penyiapan proyek agar layak dibiayai (bankable).
Pembiayaan Syariah, Skema yang Kian Diminati
Salah satu instrumen yang terus tumbuh adalah pembiayaan syariah, dengan komitmen yang telah mencapai Rp27,51 triliun. Instrumen ini relevan bagi infrastruktur yang umumnya memiliki masa konstruksi panjang, kebutuhan investasi besar, dan arus kas yang baru terbentuk setelah proyek beroperasi.
Melalui pendekatan kemitraan, sewa, jual beli, maupun bagi hasil, struktur pendanaan dapat disesuaikan dengan karakter aset dan arus kas proyek. Portofolio syariah PT SMI kini menjangkau berbagai sektor, di antaranya Pelabuhan Patimban, pembiayaan energi dan logistik Pertamina Group, serta proyek pengelolaan sampah dan pembangkit listrik.
PT SMI menggunakan beragam akad, termasuk skema berbasis musyarakah dan ijarah, dengan tetap mengedepankan kelayakan proyek dan prinsip kehati-hatian. Salah satu contohnya adalah proyek pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya.
Pada Oktober 2025, PT SMI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp250 miliar kepada PT Prakarsa Energi Sejahtera dengan skema Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) untuk fasilitas waste-to-fuel berbasis teknologi pirolisis. Proyek pertama PT SMI di sektor pengolahan sampah ini mengubah sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif, sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan target RPJMN 2025-2029 untuk mencapai pengelolaan sampah nasional 100% pada 2029.
Diakui di Panggung Internasional
Kapabilitas PT SMI, khususnya dalam pembiayaan syariah, juga memperoleh pengakuan dari berbagai lembaga internasional sepanjang 2026. PT SMI dinobatkan sebagai Indonesia's Best Islamic Project Finance House dalam Euromoney Islamic Finance Awards 2026. Euromoney menyoroti pertumbuhan pembiayaan syariah PT SMI, portofolio proyek yang makin beragam, serta kapabilitas Perseroan dalam menstrukturkan transaksi infrastruktur berskala besar.
Di tingkat institusi, PT SMI juga memperoleh pengakuan dalam Karlsruhe Sustainable Finance Awards 2026 atas kontribusinya terhadap pengembangan keuangan dan investasi berkelanjutan. Adapun Proyek Benowo meraih Global Winner-IFN Social Impact Deal of the Year 2025 dari IFN Awards serta Merit Award-Category 5: Technology Development dari ADFIAP Outstanding Development Projects Awards 2026, ajang penghargaan asosiasi lembaga pembiayaan pembangunan se-Asia Pasifik.
Komitmen untuk Terus Memperluas Kontribusi
PT SMI akan terus memperkaya produk dan skema pembiayaannya, meningkatkan kualitas portofolio, memperluas diversifikasi sumber pendanaan, serta memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, badan usaha, dan investor. Pembiayaan syariah akan terus dikembangkan sebagai salah satu motor pertumbuhan, berdampingan dengan instrumen pembiayaan lainnya.
Bagi PT SMI, keberhasilan peran DFI tidak semata diukur dari besarnya portofolio, melainkan dari kemampuannya menghadirkan solusi pembiayaan yang tepat bagi setiap proyek, serta dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dirasakan masyarakat.
"Ke depan, kami akan terus berinovasi menghadirkan solusi pembiayaan yang semakin beragam, termasuk pembiayaan syariah, untuk mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," pungkas Reynaldi.
(dpu/dpu)