Kerja Keras Padamkan Karhutla, BNPB Akan Geber Modifikasi Cuaca
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan akan terus berupaya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar dampaknya tidak semakin meluas.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan salah satu upaya untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi yakni dengan cara operasi modifikasi cuaca (OMC).
Per Senin (19/10/2026) kemarin, BNPB melakukan OMC sebanyak 2 sortie 1.800 kg NaCl (garam) di Kalimantan Barat, 5 sortie 1.600 kg dry ice dan 300 kg garam di Kalimantan Tengah, 2 sortie 2.000 kg garam di Kalimantan Selatan, serta 3 sortie 1.600 kg dry ice dan 800 kg garam di Sumatra Selatan.
"Sedangkan untuk OMC di Riau sudah berakhir di 25 September 2026, karena memang di sana sudah ada hujan alami yang terjadi, sedangkan di Jambi kita tidak bisa melakukan OMC karena di sana tidak ada awan dan adanya visibility yang relatif rendah," kata Berton dalam konferensi pers update perkembangan bencana di Indonesia, Selasa (20/10/2026).
Pihaknya juga telah menyiapkan personel dan armada helikopter maupun armada lainnya guna membantu memadamkan karhutla di beberapa daerah yang masih terdampak.
Untuk personel, BNPB menyiapkan 60.177 personel dengan sistem shift siang-malam agar menjaga stamina personel.
"Jumlah tersebut kami bisa sampaikan di Kalimantan Barat ada sebesar 14.458 orang, di Kalimantan Selatan ada 7.927 orang, di Riau ada 14.837 orang, sementara di Kalimantan Tengah ada 4.686 personil, Sumatra Selatan ada 12.285 personil, sementara Jambi ada 5.984 orang," terang Berton.
Dari jumlah armada, BNPB mengerahkan 17 unit patroli OMC dan 32 unit helikopter water bombing (WB), sehingga totalnya mencapai 49 unit armada, dengan paling banyak dikerahkan untuk memadamkan karhutla di Kalimantan Barat yakni sebanyak 10 unit.
"Saat ini kita memiliki ada 49 unit yang siap untuk bekerja bila memungkinkan modifikasi cuaca ataupun atmosfer. Perlu kami sampaikan bahwa armada kami senantiasa fleksibel, mengingat ketika di Kalimantan Barat misalnya 10 unit dibutuhkan di Kalimantan Tengah tentu ini juga bisa bergeser," ujarnya.
Prediksi Hujan Turun
Mengutip laporan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BNPB mengatakan beberapa daerah di Indonesia diprediksi akan mulai turun hujan.
Di Riau, awal musim hujan diprediksi terjadi pada minggu kedua (Dasarian II) September hingga minggu kedua (Dasarian II) Oktober dengan intensitas normal hingga di atas normal. Sedangkan di Jambi diprediksi terjadi pada minggu ketiga (Dasarian III) Oktober hingga minggu kedua (Dasarian II) November dengan intensitas normal.
"Di Sumatra Selatan kita juga berharap bahwa di Dasarian III Oktober akan mulai turun hujan, itu juga akan menyebar ke beberapa tempat hingga Dasarian III November, ini berpotensi hujan normal hingga di atas normal. Di Kalimantan Selatan kita berharap pada Dasarian I atau di awal November nanti akan mulai turun hujan secara alaminya hingga Dasarian III Desember," ungkap Berton.
Berikutnya Kalimantan Selatan hujan diprediksi turun pada Dasarian I November hingga Dasarian III Desember dengan intensitas normal, Kalimantan tengah diprediksi pada Dasarian II Oktober hingga Dasarian III November dengan intensitas normal hingga di atas normal, dan Kalimantan Barat diprediksi turun pada Dasarian II Oktober hingga Dasarian II November dengan intensitas normal.
(chd/wur)