MARKET DATA

Mensesneg Klaim Hujan Sudah Turun di Beberapa Kabupaten, Ini Datanya

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
20 October 2026 12:52
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI,  Prasetyo Hadi saat doorstop di Kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026). (CNBC Indonesia/MKuhammad Sabki)
Foto: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (CNBC Indonesia/MKuhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Beberapa upaya yang dilakukan seperti operasi modifikasi cuaca (OMC) maupun OMC dengan menggunakan dry ice atau tabur es kering.



Prasetyo menjelaskan metode dry ice dilakukan untuk memecah asap hingga matahari sebagai pengungkit munculnya benih awan hujan. Setelah muncul benih awan hujan, kemudian OMC diberlakukan untuk memunculkan hujan.

"Alhamdullilah di beberapa kabupaten dilaporkan mulai terjadi turun hujan," kata Prasetyo melalui pesan singkat, Selasa (20/10/2026).

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan pemerintah terus berupaya untuk melakukan pemadaman. Dia menjelaskan bahwa operasi darat terus dilakukan mulai dari unsur aparat maupun masyarakat, tanpa mengenal waktu. Peralatan untuk pemadaman dari udara juga sudah dikerahkan.

"Kita semua berusaha keras semuanya dilakukan, bukan juga kemudian tidak ngapa-ngapain sebagaimana ditulis di spanduk. Kan tentunya ini tidak mungkin menghendaki semua ini terjadi dan berlarut-larut," ujar Prasetyo.

Meksi begitu, karakteristik untuk pemadaman lahan gambut memang berbeda dengan tanah mineral. Prasetyo juga menegaskan penegakan hukum juga terus dilakukan dengan sanksi berat hingga cabut izin kepada pihak atau perusahaan yang terlibat karhutla.

"Edukasi terus menerus dilakukan karena faktor utama kebakaran itu ada faktor manusianya. OMC terus dilakukan termasuk dengan metode baru dry ice," tuturnya.

Berikut beberapa update terbaru penanganan karhutla hingga hari ini (20/10/2026), pukul 6.00 WIB.

1. Sumatera Selatan sejak 16 Oktober diberlakukan semai bahan untuk OMC maupun dry ice. Hasil positif terjadi di Sumsel dengan adanya penurunan PM 2.5 dan peningkatan visibility.

2. Kalimantan Tengah sejak 26 Agustus juga diberlakukan bahan semai NaCL. Hujan turun dengan volume mencapai 67,45 jt meter persegi. Hujan turun di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.

3. Kalimantan Selatan sejak 10 Oktober bahan semai untuk OMC berupa NaCL. Hujan turun dengan volume total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta meter persegi selama kegiatan OMC. Terdapat laporan hujan di wilayah Kab. Tabalong, Kab. Tapin dan Kab. Barito Kuala (Kalsel).

4. Kalimantan Barat sejak 22 Agustus semai bahan OMC berupa NaCL. Volume Curah Hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 471.2 juga meter persegi. Laporan kejadian hujan tanggal 19 Oktober 2026, hujan terjadi di wilayah Kota Kab. Sanggau, Kab. Kubu Raya, Kab. Sambas, Kab. Landak, Kab. Kayong Utara, Kab. Pontianak, Kab. Bengkayang, Kab. Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Kab. Ketapang.


(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mendagri Pertegas Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Karhutla


Most Popular
Features