MARKET DATA

Danantara Kaji Pengolahan Sampah Industri-Medis Untuk Jadi Listrik

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
20 October 2026 12:45
Foto udara gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (5/11/2021).  Lokasi ini merupakan tempat pemilahan sampah organik dan anorganik, di komplek TPA terbesar di Nusa Tenggara Barat NTB. Dar
Foto: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) bersama holding investasi Danantara tidak hanya memfokuskan pengolahan pada sampah perkotaan atau rumah tangga melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

CEO Denera Fadli Rahman mengungkapkan bahwa pihaknya kini juga menyiapkan langkah strategis untuk mengolah jenis limbah spesifik lainnya, mulai dari sampah industri, sampah medis, hingga pengelolaan air limbah.

"Dan yang ketiga adalah pengembangan strategis di luar pengolahan sampah perkotaan seperti sampah industri, sampah medis, dan air limbah, itu yang akan kita juga dorong," ujar Fadli dalam acara Media Briefing Denera, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Fadli mengungkapkan, pengembangan di luar sampah perkotaan tersebut menjadi bagian dari empat pilar utama Denera dalam mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular dan menjaga ketahanan lingkungan nasional (environmental resilience).

"Di Denera itu makanya teman-teman bisa lihat bahwa visi kami adalah tentunya menjadi perusahaan yang bisa melakukan pengolahan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan ya, demi tentunya menuju Indonesia yang bersih dan sejahtera," imbuhnya.

Selain pengolahan sampah menjadi energi, Denera turut menggarap integrasi rantai nilai sampah dari hulu ke hilir, meliputi sistem pengumpulan, logistik, tempat penampungan sementara, daur ulang (3R), hingga perdagangan atribut lingkungan seperti kredit karbon.

"Dan hal inilah yang mendorong kita untuk mempromosikan juga reuse, recycling, dan reducing," paparnya.

Pihaknya juga terus mendorong adopsi teknologi pengolahan sampah terbaru (technological advancement) dari luar negeri yang relevan untuk diterapkan di Indonesia.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 3 Proyek Olah Sampah Jadi Listrik Dibangun, Bisa Hasilkan 100 MW


Most Popular
Features