Italia Mencekam Pemerintah Kerahkan 500 Tentara, Toko-Toko Milan Tutup
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Italia akan mengerahkan 500 tentara untuk "mempertahankan Milan". Ini terjadi kerusuhan melanda selama dua hari yang diwarnai bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, penjarahan toko, serta perusakan properti.
Pernyataan diutarakan Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini. Pengerahan pasukan ini diperkirakan akan menjadi bagian dari paket langkah keamanan yang akan disahkan dalam rapat kabinet pada hari Selasa (20/10/20206) ini.
"Dari sekadar kata-kata menjadi tindakan: 500 tentara tambahan untuk mempertahankan Milan," tulis Salvini, pemimpin partai sayap kanan League yang merupakan bagian dari koalisi pemerintahan, melalui media sosial, Senin, sebagaimana dimuat Reuters.
Sementara itu, toko-toko di pusat kota Milan tutup lebih awal pada hari Senin. Pemilik bahkan menutup jendela dengan papan kayu, karena khawatir akan pecahnya kembali kekerasan di pusat keuangan Italia tersebut.
Sebagian besar toko di kawasan perbelanjaan mewah Via Montenapoleone di Milan, yang menaungi berbagai merek seperti Chanel, Tiffany, dan Dior, telah menyingkirkan barang dagangan dari etalase mereka sebagai langkah pencegahan. Sementara itu, polisi berpatroli di sepanjang jalan tersebut, disaksikan oleh segelintir wisatawan.
Sebelumnya, ratusan pengunjuk rasa yang mengenakan penutup kepal, banyak di antaranya diduga masih di bawah umur, membakar tempat sampah dan menjarah sejumlah toko di pusat kota selama akhir pekan. Aksi ini terjadi setelah demonstrasi yang awalnya berlangsung damai pada hari Sabtu, yang dipicu oleh keluhan mengenai buruknya layanan publik dan meningkatnya biaya hidup.
Rekaman televisi menunjukkan bahwa toko-toko yang dijarah antara lain peritel perlengkapan olahraga Decathlon dan Arc'teryx, serta gerai operator seluler Vodafone. Toko-toko lain, seperti merek pakaian Levi's dan Under Armour, serta Decathlon, menutup etalase mereka dengan papan kardus dan kayu.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang akan menghadapi pemilihan umum nasional tahun depan, mengecam tindak kekerasan tersebut. Pada hari Senin, ia memimpin rapat bersama para menteri dan pimpinan keamanan untuk membahas situasi ini.
"Pemerintah akan merespons dengan tegas serangan terhadap negara ini, termasuk melalui langkah-langkah untuk menekan kekerasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur," tulis Menteri Luar Negeri Antonio Tajani-yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri-melalui platform X.
Sebagai bagian dari rencana penindakan tegas, surat kabar Corriere della Sera melaporkan bahwa Meloni mempertimbangkan untuk memperpanjang masa penahanan preventif bagi anak di bawah umur serta menindak kelompok-kelompok pemuda. Langkah ini mencakup percepatan penerapan beberapa ketentuan yang termuat dalam rancangan undang-undang keamanan yang saat ini tengah dibahas oleh parlemen.
Kepolisian Italia menyatakan telah menahan 271 anak muda selama kerusuhan di Milan pada hari Minggu. Dari jumlah tersebut, 32 orang ditangkap secara resmi, termasuk 23 anak di bawah umur dan 13 warga negara asing, di mana sebanyak 28 orang lainnya telah dilaporkan kepada otoritas kehakiman.
Kerusuhan ini menyusul bentrokan yang terjadi pada hari Sabtu di Milan serta sejumlah kota lain di wilayah utara, seperti Bologna, Brescia, Bergamo, dan Turin. Menurut laporan kepolisian yang dirilis pada hari Minggu, sebanyak 28 pengunjuk rasa ditangkap dalam peristiwa tersebut.
Gangguan tersebut mencerminkan keresahan yang terjadi di negara tetangga, Prancis. Ratusan ribu orang yang marah akibat meningkatnya biaya hidup dan memburuknya layanan publik turun ke jalan pada hari Sabtu, dalam serangkaian aksi protes yang menjadi salah satu yang paling keras di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
(sef/sef)