MARKET DATA

Prabowo Perintahkan Ekspor Digenjot, Hambatan Usaha Bakal Disikat

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
20 October 2026 09:10
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kedua kiri) dalam Keterangan Pers Menteri Terkait Ratas Ekonomi, Istana Merdeka, 19 Oktober 2026. (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden RI)
Foto: Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kementerian untuk menggenjot ekspor nasional menjelang akhir 2026. Seluruh sektor usaha, termasuk manufaktur, akan didorong untuk memperkuat kinerja ekspor, sementara berbagai hambatan yang mengganjal akan dibongkar melalui satuan tugas (Satgas) yang telah ditugaskan Presiden.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, arahan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan tim ekonomi dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10/2026).

"Jadi ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor nanti akan kita debottlenecking yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui Satgas," ujar Airlangga dalam keterangan pers.

Menurut Airlangga, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan perekonomian nasional menjelang akhir tahun sekaligus mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo.

"Hari ini Bapak Presiden memanggil tim ekonomi. Terutama untuk meng-update situasi perekonomian menjelang akhir tahun ini dan juga sekaligus dalam rangka dua tahun pemerintahan Pak Presiden, Pak Prabowo," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah mengevaluasi sejumlah indikator ekonomi utama, mulai dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan inflasi, kondisi makro sektor perbankan, hingga realisasi investasi.

Airlangga menyampaikan bahwa kondisi perekonomian nasional relatif stabil. Namun, pemerintah tetap berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi kinerja sektor-sektor produktif.

Penguatan ekspor menjadi salah satu fokus pemerintah untuk memperluas pasar bagi produk Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Sektor manufaktur turut menjadi perhatian karena memiliki potensi untuk meningkatkan kontribusi produksi dalam negeri terhadap perdagangan internasional.

Untuk itu, pemerintah akan mengidentifikasi dan menangani berbagai kendala yang berpotensi menghambat aktivitas ekspor. Melalui mekanisme debottlenecking, hambatan tersebut diharapkan dapat diselesaikan secara lebih terarah melalui Satgas yang mendapat penugasan dari Presiden.

Pemerintah berharap penguatan ekspor dapat berjalan beriringan dengan terjaganya stabilitas makroekonomi sehingga momentum pertumbuhan nasional tetap terjaga hingga akhir tahun.

Turut hadir dalam keterangan pers tersebut Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Daftar 10 K/L dengan Jatah Anggaran Terbesar di RAPBN 2027


Most Popular
Features