MARKET DATA
Internasional

Xi Jinping Undang Prabowo ke China Bulan Depan

tps,  CNBC Indonesia
19 October 2026 20:10
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, Rabu (3/9/2025). Dalam pertemuan itu di bahas mengenai proyek tanggul raksasa di pesisir Utara Jawa. (Dok. BPMI)
Foto: (Dok. BPMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan China terpantau semakin menguat dan mesra. Presiden China Xi Jinping secara resmi telah mengundang Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk kembali melakukan lawatan ke Negeri Tirai Bambu pada bulan depan guna menghadiri perhelatan strategis tingkat global.

Dalam sebuah forum dialog di Jakarta, Senin (19/10/2026), Chargé d'Affaires Ad Interim Kedutaan Besar Republik Rakyat China untuk Republik Indonesia, Zhou Kan, mengungkapkan bahwa rasa saling percaya politik antara kedua negara terus mendalam. Undangan dari Xi Jinping tersebut secara khusus ditujukan agar Prabowo dapat hadir secara langsung dalam Pertemuan Pemimpin Informal APEC di Shenzhen.

"Harapannya kunjungan ini akan menyuntikkan dorongan kuat yang baru bagi pembangunan komunitas senasib sepenanggungan China-Indonesia," katanya.

Zhou membeberkan bahwa China telah kokoh menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut, dan konsisten berada di posisi tiga besar sumber investasi asing bagi Indonesia selama 10 tahun berturut-turut. Selain itu, integrasi sosial budaya juga melonjak pesat dengan tercatatnya 1,11 juta kunjungan wisatawan China ke Indonesia pada tujuh bulan pertama tahun ini, didukung oleh beroperasinya 264 penerbangan langsung per minggu.

Senada dengan kemesraan tersebut, Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Bidang Percepatan Hilirisasi dan Peningkatan Pengusaha Nasional, Sona Maesana, menyoroti besarnya komitmen aliran modal dari Negeri Tirai Bambu.

"Bahwa sepanjang tahun 2021 hingga 2025, akumulasi investasi China di Indonesia telah menyentuh angka fantastis US$ 34,4 miliar (Rp 619,2 triliun) yang tersebar masif pada sektor pengolahan mineral, rantai pasok baterai kendaraan listrik, hingga berbagai kegiatan manufaktur."

Dari kacamata perencanaan pembangunan, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bappenas, Maliki, mengingatkan bahwa derasnya kerja sama dengan China ini harus memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh rakyat.

"Kerja sama Indonesia dan China perlu dirancang untuk bermanfaat lebih besar bagi masyarakat, diukur dari nilai tambah yang tercipta di dalam negeri, jumlah dan kualitas lapangan kerja, serta transfer teknologi," tegasnya.

Sebagai perwakilan penyelenggara acara, Presiden dan Pemimpin Redaksi Global Times, Guan Kejiang, turut menaruh harapan besar pada eratnya kemitraan strategis kedua perwakilan Global South ini.

"Dialog dan kolaborasi antarnegara tersebut diharapkan dapat menjadi titik tolak yang baru agar dunia lebih banyak mendengar suara yang nyata, beragam, dan penuh vitalitas dari China, Indonesia, serta berbagai negara berkembang lainnya."

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Xi Jinping Bawa Gagasan Besar ke RI, Ini Pesannya


Most Popular
Features