Stok Numpuk 4,5 Juta Ton, Amran Ngaku Ditelpon 1 Negara Minta Beras RI

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 19/10/2026 12:25 WIB
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan adanya permintaan beras dari salah satu negara kepada Indonesia. Pemerintah pun berpeluang kembali mengekspor beras di tengah stok beras nasional yang masih mencapai 4,5 juta ton.

Amran mengatakan, permintaan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon. Namun, ia belum mengungkapkan negara yang dimaksud maupun volume beras yang diminta.

"Ekspor, ada lagi permintaan ekspor ke salah satu negara, tunggu saja beritanya besok atau lusa. Kemarin telepon salah satu negara meminta beras," kata Amran saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (19/10/2026).


Ia menegaskan, capaian Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan swasembada beras, tetapi juga peluang untuk menembus pasar ekspor.

"Kita sudah ekspor juga, bukan saja swasembada," ujarnya.

Sebelumnya, Amran sempat menyinggung ada tiga negara yang sedang dijajaki, setelah Indonesia melakukan ekspor beras ke Malaysia.

Ketiga negara tersebut yakni Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

"Kita masih jajaki, ada dua sampai tiga negara," kata Amran beberapa waktu lalu.

"Itu jajaki Filipina, Papua Nugini, dan nanti Timor Leste. Negara tetangga kita," sebutnya.

Seperti diketahui, Indonesia telah membuka kembali keran ekspor beras setelah pemerintah memastikan ketersediaan pasokan dalam negeri. Malaysia menjadi salah satu negara tujuan ekspor beras Indonesia.

Ekspor beras perdana ke Malaysia disebut mencapai 1.000 ton. Sementara kebutuhan beras di Sarawak, Malaysia diperkirakan sekitar 200.000 ton per tahun yang berpeluang dipenuhi secara bertahap dari Indonesia.

Menurutnya, kondisi produksi dan stok beras nasional yang kuat membuka ruang bagi Indonesia untuk kembali memasok pasar luar negeri. Sebelumnya, Indonesia juga pernah mengekspor beras ke sejumlah negara, seperti Palestina dan Mesir.

"Tahun lalu surplus 4 juta ton, berarti produksi 2026 dengan 2025 itu surplus 8 juta ton. Sedangkan kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton. Oleh karena itu, dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," sebutnya.

Amran mengatakan, ekspor ke Malaysia dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras premium ke Sarawak. Sementara itu, kebutuhan Sarawak disebut mencapai sekitar 200.000 ton per tahun.

"Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap, karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun," ujar Amran.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Presiden Filipina Ampuni Mary Jane, Keluarga Sambut Gembira