Prospek Cerah Ekonomi RI: IMF-World Bank Beri Kesaksian Terbaru

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Senin, 19/10/2026 10:50 WIB
Foto: Foto kolase Wolrd Bank dan international monetary fund. (AP/Andrew Harnik dan AFP/OLIVIER DOULIERY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga internasional mulai melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun ini.

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund hingga Bank Dunia atau World Bank secara kompak menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026.

IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% pada tahun ini. Hal ini sebagaimana termaktub dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026.


Adapun, angka ini sedikit mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% dalam World Economic Outlook edisi April 2026.

Meski demikian, IMF masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,1% pada 2027. Dengan kata lain, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami stagnan pada 2026 dan 2027.

Untuk Indonesia, IMF memperkirakan inflasi juga akan meningkat ke level 3,3% pada tahun ini, lebih panas dari perkiraan pada April 2026. Namun, inflasi akan melambat ke level 2,8% pada 2027.

Di sisi lain, Bank Dunia lebih optimis dibandingkan dengan IMF. Berdasarkan laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, Bank Dunia (World Bank) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2% pada 2026.

Angka tersebut lebih tinggi 0,5 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya dalam laporan edisi April 2026 yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7% pada tahun ini.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berada di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik (East Asia and Pacific/EAP) yang diperkirakan tumbuh 4,5% pada 2026. Estimasi tersebut naik dari proyeksi edisi April sebesar 4,2%.

Kawasan EAP dalam laporan Bank Dunia mencakup Kamboja, China, Indonesia, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, serta negara-negara kepulauan di Pasifik


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Godrej Resmikan Pabrik Baru Sebagai Bagian dari Investasi Rp500 Miliar