Internasional

Bilangnya Pengacara, Jubir Baru Trump Ngaku Gagal Ujian Advokat

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 16/10/2026 21:10 WIB
Foto: Sekretaris Pers Gedung Putih yang baru, Katie Zacharia, menggelar taklimat pers pertamanya di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 13 Oktober 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Pers Gedung Putih yang baru ditunjuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Katie Zacharia, mengakui dirinya gagal dalam ujian profesi advokat (bar exam). Pengakuan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kualifikasi profesionalnya setelah ia beberapa kali menyebut dirinya sebagai pengacara.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (15/10/2026), pembawa acara Sean Hannity menanyakan apakah Zacharia pernah mengikuti ujian advokat tetapi tidak lulus.

"Ya," jawab perempuan berusia 41 tahun itu. Zacharia merupakan lulusan fakultas hukum Universitas Pepperdine pada 2011, tetapi gelar hukum tidak otomatis memberinya izin untuk berpraktik sebagai pengacara.


Dalam wawancara terpisah dengan media konservatif Real America's Voice, Zacharia mengatakan dirinya sempat mendaftar untuk mengikuti ujian tersebut, tetapi merasa "terganggu dan kewalahan" oleh rencana kepindahannya ke China bersama suaminya.

"Hasil ujian itu sebenarnya tidak terlalu penting karena saya tahu saya tidak akan membutuhkan lisensi advokat di China," ujarnya.

Zacharia mengaku tidak pernah mencoba kembali mengikuti ujian tersebut. Ia juga mengatakan memiliki empat anak dalam kurun enam tahun dan sejak awal tidak berniat berpraktik hukum. Meski demikian, ia pernah mencantumkan jabatan penasihat hukum umum di sebuah organisasi nirlaba konservatif yang berbasis di California.

Ia berdalih sejumlah orang di bidang hukum meyakinkannya bahwa ia boleh menyebut dirinya sebagai pengacara karena memiliki gelar hukum dan pengalaman di bidang hukum bisnis saat bekerja di sebuah firma hukum di Beijing. Zacharia menegaskan dirinya dapat memberikan "analisis hukum, bukan nasihat hukum".

Kontroversi tersebut memicu desakan agar kualifikasi Zacharia diperiksa. Campaign for Accountability, organisasi yang bergerak di bidang akuntabilitas dan etika politik, pada Rabu mendesak asosiasi pengacara California menyelidiki persoalan tersebut.

Organisasi itu menyatakan bahwa di California, menyebut diri sebagai pengacara tanpa memiliki lisensi bukan sekadar klaim berlebihan, melainkan dapat menjadi tindak pidana.

Sebelumnya, Zacharia memimpin pengarahan pers pertamanya di Gedung Putih pada Selasa (13/10/2025). Sesi tersebut berlangsung singkat dan hanya melibatkan pertanyaan dari tiga jurnalis.

Zacharia menggantikan Karoline Leavitt, yang mengundurkan diri pada Agustus untuk merawat anak-anaknya yang masih kecil. Leavitt dikenal sebagai pendukung Trump yang kerap bersikap konfrontatif saat menghadapi pertanyaan wartawan.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Trump Tegaskan Tak Beri Dukungan Kepada Netanyahu di Pemilu Israel