MARKET DATA

154 Juta Ton Batu Bara Dialokasikan untuk Pembangkit Listrik PLN

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
16 October 2026 20:10
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 154 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) pada 2026.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan bahwa alokasi batu bara untuk memenuhi kepentingan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO), khususnya untuk pembangkit listrik PLN, dipastikan aman untuk menjamin kelancaran pasokan energi primer nasional hingga akhir tahun ini.

"DMO kalau untuk angkanya kan sekitar untuk kebutuhan 2026 ini kan sekitar 150 (juta ton). Ini kan PLN kan khususnya? PLN itu sekitar 154 juta ton. Nah insya Allah ini done lah," ungkap Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Selain untuk kebutuhan PLN, Kementerian ESDM juga memastikan pasokan DMO batu bara bagi industri semen dalam negeri berada dalam kondisi aman dan telah terselesaikan. Alokasi DMO batu bara untuk sektor industri semen tersebut disiapkan sekitar 5 juta ton.

"Semen kita carikan, sudah sudah solved," tambahnya.

Kebijakan alokasi DMO tersebut berjalan seiring dengan penetapan target total produksi batu bara nasional dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang disetujui sebesar 700-an juta ton.

Sementara itu, untuk komoditas bijih nikel, target produksi dalam revisi RKAB tahun ini dipatok sebesar 290-an juta ton.

(wia) [Gambas:Video CNBC]
Next Article RKAB Dipangkas, Produksi Batu Bara RI Turun 8 Juta Ton/Bulan di 2026


Most Popular
Features