Video: Andalkan Produksi Beras & Telur, Ekonomi Kab. Sidrap Capai 7%
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah musim kemarau Panjang efek El Nino, Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan mampu mempertahankan produksi beras sebagai sumber perekonomian daerah. Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif menyebutkan sebanyak 91% petani Sidrap mampu melewati musim kemarau dengan berhasil mempertahankan produksi baik di 32 ribu hektare sawah irigasi dan 20 ribu hektare sawah tadah hujan
Pemkab Sidrap melakukan sejumlah strategi menjaga produksi beras sebagai lumbung beras di musim kemarau dengan mempercepat musim tanam, menggunakan benih berusia pendek serta melakukan program listrik masuk sawah.
Dalam upaya memperkuat ekosistem pertanian sebagai sumber perekonomian daerah dengan meningkatkan produktivitas hingga mencapai 12 ton per hektare hingga hilirisasi beras hingga pengemasan untuk memenuhi permintaan beras daerah lain.
Sidarap juga mendorong penguatan sektor perkebunan, baik kopi cengkeh hingga pala melalui peningkatan produktivitas tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura.
Di sisi lain, pemda Sidrap tengah membidik potensi investasi sektor energi terbarukan termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 75 Mega Watt yang akan diperkuat hingga 200 MW di 2027 serta pengembangan PLTS di danau seluas 400 hektare dengan investasi di atas 1,8 Triliun per program maupun PLTS di daratan.
Selain itu Sidrap juga tengah mengincar pengembangan Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) untuk mengatasi 7 wilayah daerah sekitar Sidrap. Lalu seperti apa strategi pengembangan potensi pertanian hingga investasi sektor energi hijau kabupaten Sidrap?
Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif dalam Nation Hub, CNBC Indonesia (Jum'at, 16/10/2026)