Pedagang di bawah LRT Matraman Terganggu Galian-Takut Trotoar "Hilang"
Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan jalur LRT Jakarta di kawasan Matraman, Jakarta Timur sejatinya sudah selesai. Namun, masih menyisakan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan beberapa pihak terkait.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di sekitar flyover Matraman, terpantau suasana jalan ramai lancar. Tampak juga jalan dari perempatan Matraman menuju Stasiun LRT Proklamasi juga sudah kembali diperbaiki.
Namun, beberapa masyarakat sekitar masih mengeluhkan kondisi trotoar yang justru kini sejajar dengan jalan raya. Tak hanya itu saja, di dekat perempatan Matraman, juga masih ada galian yang cukup menghalangi jalan. Kondisi jalan juga masih tampak berdebu.
Salah satunya Rahmat, pedagang warteg yang lokasinya tak jauh dari perempatan Matraman, di mana debu jalan masih kerap masuk ke tokonya.
"Sebenarnya jalannya sudah agak bagusan ya dibanding saat pembangunan, cuma debunya masih ada dan kadang bisa masuk ke dalam, kan kalau pembeli lagi makan, agak bagaimana gitu," kata Rahmat saat ditemui wartawan CNBC Indonesia, Jumat (16/10/2026).
Konidisi jalan sekitar LRT Jakarta di kawasan Matraman, Jakarta, Jumat (16/10/2026), (CNBC Indonesia/Chandra Dwi) Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi) |
Selain itu, jumlah pembeli yang datang juga masih belum pulih karena di depan tokonya masih ada galian.
"Itu depan galian memang agak menganggu sih, padahal kalau enggak ada galian, mungkin kendaraan enggak perlu belok lewat jalur khusus Transjakarta," terangnya.
Nasib sedikit berbeda dirasakan oleh pedagang warteg lainnya yakni Neneng, di mana pembeli masih cukup ramai. Saat pembangunan berlangsung, Ia mengaku mendapat banyak pembeli dari pekerja proyek LRT.
"Ya kalau ramai sih, ya ada pembeli lah, dibilang turun enggak, naik juga belum, stabil sih, dulu pas masih pembangunan, malah banyak pekerjanya makan di sini," kata Neneng.
Meski begitu, Ia juga masih resah karena badan jalan makin mendekati tokonya.
"Dulu sebelum dimulai proyeknya, di sini ada trotoar, cuma trotoarnya sekarang seperti tenggelam, sudah sejajar dengan jalan, takutnya nanti kalau mau rapihin trotoar, kita yang kena," ujarnya.
Sementara itu Warni, warga sekitar Matraman juga mengaku kesulitan karena trotoar seakan 'hilang'.
"Iya sih sudah rapi, cuma trotoarnya seperti mau hilang, entah ini dirapihin lagi atau engga, kan nanti kalau Stasiun Proklamasi dibuka, agak susah juga jalan kakinya," kata Warni.
Konidisi jalan sekitar LRT Jakarta di kawasan Matraman, Jakarta, Jumat (16/10/2026), (CNBC Indonesia/Chandra Dwi) Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi) |

