8 Photos
Potret Uji Coba MBG Cara Baru: Dibagi Langsung Pasukan Serba Tertutup
Uji coba MBG prasmanan di lima SPPG Polri di Jakarta bertujuan mengurangi sisa makanan dan melatih siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan.
Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Uji Coba ini diterapkan untuk menekan sisa makanan atau food waste, sekaligus membiasakan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dalam sistem ini, siswa dapat mengambil makanan secara langsung sesuai porsi yang diinginkan. Menu yang disajikan tetap mencakup komponen gizi lengkap, mulai dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayuran, hingga buah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Iqbal Salim, menjelaskan uji coba sistem prasmanan tersebut berlangsung selama 10 hari, mulai 5 Oktober hingga 15 Oktober 2026. "Pelaksanaan uji coba telah memasuki hari kesembilan, besok terakhir" Kata Iqbal kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Menurut Iqbal, metode penyajian prasmanan memiliki perbedaan dengan sistem distribusi MBG yang selama ini menggunakan wadah makan atau ompreng. Dalam sistem sebelumnya, makanan ditakar dan ditimbang berdasarkan porsi yang telah ditentukan sebelum dibagikan kepada siswa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sementara itu, melalui sistem prasmanan, kebutuhan makanan dapat dihitung berdasarkan jumlah siswa dan standar porsi setiap menu. Sebagai contoh, satu kelas yang terdiri dari 32 siswa membutuhkan perhitungan bahan makanan untuk seluruh siswa di kelas tersebut. Di Jakarta, uji coba ini dilaksanakan oleh lima SPPG Polri. Salah satu lokasi penerapannya melayani dua kelas dengan total 64 siswa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Selain menekan sisa makanan, sistem prasmanan juga bertujuan menanamkan kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Siswa dilatih untuk mengantre, saling melayani, dan bertanggung jawab atas makanan yang diambil. Metode ini diharapkan dapat membentuk pola makan yang lebih baik sejak dini, sekaligus menekan pemborosan pangan dalam program MBG melalui kebiasaan mengambil makanan sesuai kebutuhan dan menghabiskan porsi yang telah dipilih.
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)