Tak Semua Impor Udang Ditutup, Begini Penjelasan Trenggono
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono mempertanyakan impor udang yang masih dilakukan Indonesia, padahal komoditas tersebut bisa dibudidayakan di dalam negeri. Menurutnya, impor udang yang bersaing langsung dengan hasil tambak lokal berisiko mematikan usaha pembudidaya nasional.
"Saya kaget, masa impor juga udang. Nah kita tutuplah di situ ya. Maksud saya, ya kita harus merah putih lah," kata Trenggono dalam Squawk Box: Foodagri Insight CNBC Indonesia, dikutip Kamis (15/10/2026).
Trenggono menegaskan, pemerintah perlu melindungi pembudidaya lokal karena jutaan orang menggantungkan hidup pada industri udang nasional.
"Karena di belakangnya ini jutaan orang yang bergantung di sini. Sehingga jutaan orang ini menjadi tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini untuk membina mereka supaya bisa lebih kompetitif, bisa lebih efisien dan seterusnya," ujarnya.
Ia menilai, jika industri pengolahan memilih udang impor yang juga dapat diproduksi di dalam negeri, pembudidaya lokal akan kesulitan bersaing. Kondisi tersebut pada akhirnya juga dapat mengancam keberlangsungan industri pengolahan, karena pasokan bahan baku lokal melemah.
"Tapi di sisi lain industri juga kan harus kuat, kan nggak mungkin kalau mereka impor udang saja dari luar, itu dampaknya akan mematikan industri lokal. Akan mematikan pembudidaya lokal. Ya kalau mematikan pembudidaya lokal, pembudidaya yang di luar itu yang akan naik," jelas Trenggono.
Meski demikian, Trenggono mengatakan tidak semua impor udang harus dihentikan. Pemerintah masih mengizinkan impor untuk kebutuhan jasa pengolahan atau maklon, sepanjang udang tersebut memang tidak dibudidayakan di Indonesia.
"Ada satu yang misalnya mereka maklon. Maklon tu artinya negara lain ngirim udang untuk kemudian diproses di pabriknya dia. Tapi kita lihat udang ini tidak dibudidayakan di Indonesia. Maka itu kita izinkan. Kita lepas kita izinkan lagi gitu, sudah silakan jalan gitu," ujarnya.
Menurut Trenggono, pasokan udang dari pembudidaya lokal sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan industri. Karena itu, ia meminta pelaku usaha tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek dengan memilih bahan baku impor.
"Kalau dari sisi supply nggak ada masalah. Saya sudah buktikan, bahwa cukup kok supply dari lokal untuk kepentingan itu. Tapi kalau kemudian dia ingin untung lebih besar gitu kadang-kadang, tidak akan menguntungkan, nanti kan ujung-ujungnya sama aja," pungkas dia.
(dce)