MARKET DATA

RI Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Investasi Harus Ngebut 7%

haa,  CNBC Indonesia
15 October 2026 08:10
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN, Selasa (13/10/2026). (Dok. Biro KLI Kementerian Keuangan)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN, Selasa (13/10/2026). (Dok. Biro KLI Kementerian Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih mendukung kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global. Pemerintah pun membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 dengan investasi sebagai salah satu motor penggerak utama.

Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam Investor Meeting Kemenkeu with Bank Indonesia & Danantara yang diselenggarakan Deutsche Bank di Thailand pada 13 Oktober 2026.

Suahasil menjelaskan, kepercayaan investor ditopang oleh kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), stabilitas makroekonomi, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Dari sisi ekonomi domestik, inflasi Indonesia tercatat sebesar 3,3% pada akhir September 2026. Sementara itu, indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di zona ekspansi dengan skor 52,4 pada September 2026.

Neraca perdagangan Indonesia juga kembali mencatatkan surplus, mencerminkan perkembangan positif pada sektor eksternal.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko global, mulai dari fragmentasi perdagangan dunia, volatilitas harga komoditas, hingga tingginya suku bunga global yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.

Di tengah berbagai risiko tersebut, Suahasil menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal dan mempertahankan defisit APBN di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut dia, kebijakan fiskal harus tetap mampu merespons tekanan ekonomi tanpa mengorbankan ruang fiskal yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

"Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan," jelas Suahasil, dikutip Kamis (15/10/2026).

Pemerintah, lanjutnya, berupaya menyeimbangkan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat dengan upaya menjaga keberlanjutan fiskal.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2027, pemerintah menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama. Dalam APBN 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6%, sementara investasi diharapkan tumbuh setidaknya 7%.

Pencapaian target tersebut akan didukung melalui sinergi kebijakan fiskal, investasi strategis Danantara, serta partisipasi sektor swasta.

Pemerintah juga berupaya memastikan investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan dalam jangka pendek, tetapi turut memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menambahkan, upaya pemerintah tidak sekadar menarik investasi masuk ke Indonesia, tetapi juga membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan.

Menurut dia, terdapat sejumlah langkah yang terus dilakukan pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar.

Pertama, menjaga kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor keuangan. Pemerintah juga secara berkala mengomunikasikan kondisi ekonomi dan arah kebijakan kepada investor secara terpadu.

Kedua, menjaga disiplin dan integritas pasar untuk mendukung terbentuknya pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid.

Ketiga, memperdalam pasar keuangan dengan memperkuat peran investor institusional dan ritel domestik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas sekaligus memperkuat ketahanan pasar keuangan Indonesia dalam menghadapi gejolak global.

Melalui kredibilitas pengelolaan APBN, stabilitas makroekonomi, serta penguatan ekosistem investasi, pemerintah berharap kepercayaan investor dapat terus terjaga dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga: Ekonomi Indonesia Tak Bisa Didikte oleh 1-2 Lembaga Rating


Most Popular
Features