Cak Imin Bilang Kemenko PM "Kebanyakan Anggaran", Kok Bisa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan kementeriannya memiliki anggaran yang jumlahnya kebanyakan atau melampaui kebutuhan. Dia menggarisbawahi kementeriannya pada dasarnya hanya perlu mengorganisasi kementerian teknis di bawahnya.
Sebagai gambaran, anggaran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Rp333,68 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Angkanya memang lebih besar dibandingkan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebesar Rp236,7 miliar. Namun, lebih kecil dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebesar Rp485,21 miliar.
"Kalau Kemenko PM tidak butuh anggaran. Kita cukup bisa, mengorganisir saja udah cukup. Kita bahkan kebanyakan anggarannya," ujar Muhaimin, Rabu (14/10/2026).
Menurut dia, hal yang paling penting adalah anggaran terkait aspek-aspek pemberdayaan pada setiap kementerian dan lembaga dikunci atau tidak mengalami perubahan. Misalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki program pemberdayaan seperti Kampung Nelayan Merah Putih. Dia mengatakan anggaran untuk program tersebut tidak boleh diutak-atik.
Sebab, biasanya kementerian dan lembaga akan mengorbankan anggaran pemberdayaan bila tedapat efisiensi. Maka, dia meminta agar seluruh kementerian dan lembaga tidak mengurangi anggaran terkait aspek pemberdayaan bila terdapat efisiensi.
Perlu diketahui, Menteri Keuangan Suahasil Nazara berjanji tidak akan memotong anggaran secara sembarangan pada 2027. Meski demikian, belanja harus tetap diikuti dengan efisiensi dan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dia mengatakan efisiensi bukan hanya sekadar memangkas anggaran, tetapi memastikan belanja diarahkan ke sektor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
"APBN juga harus terus mempertajam belanja, meningkatkan efisiensi belanja dan targeting, bukan sekedar potong anggaran, tapi meningkatkan efisiensi sehingga belanja masuk ke titik-titik yang sangat penting yang mendorong pertumbuhan, memperbaiki kesejahteraan, dan mendorong program prioritas nasional," tegas Suahasil.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]