MARKET DATA

10.000 KTP Penerima Bansos Dipakai Orang Beli Rumah-Mobil

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
14 October 2026 19:35
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Dok. Kemensos)
Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Dok. Kemensos)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan banyak Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) disalahgunakan orang lain untuk membeli aset hingga mendirikan perusahaan.

"Banyak contoh KTP milik keluarga penerima manfaat digunakan orang lain untuk membeli aset, seperti rumah, tanah, dan mobil, bahkan untuk membuat perusahaan," ujar Gus Ipul pada Rabu (14/10/2026).

Gus Ipul menjelaskan bahwa setiap dugaan penyelewengan tersebut dapat disanggah melalui layanan resmi yang telah disediakan, mulai dari pusat panggilan (call center) hingga aplikasi atau portal perlindungan sosial.

Melalui digitalisasi bansos, pemerintah berharap bisa memperoleh data yang lebih mutakhir dan akurat. Pemerintah ingin mencegah KTP masyarakat tidak mampu dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab, yang pada akhirnya membuat mereka kehilangan hak untuk menerima bansos.

Sebelumnya, per 4 September 2026, Gus Ipul memproyeksikan ada lebih dari 10.000 KTP milik masyarakat desil pertama yang disalahgunakan. KTP mereka dipinjam untuk membuka rekening bank, membeli kendaraan bermotor, membeli tanah, hingga mendirikan perusahaan.

"Jumlah pastinya belum saya ketahui, tetapi perkiraannya sudah lebih dari 10.000," kata Gus Ipul kepada awak media, Jumat (04/09/2026).

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sanggah Data Bansos Kini Bisa 12 Menit, Ini Penjelasan Gus Ipul


Most Popular
Features