Bahlil Beberkan Masterplan, RI Bisa Dapat Rp11.065 Triliun di 2040

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 14/10/2026 14:47 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Trade Expo Indonesia 41Th di Jakarta, Rabu (14/10/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Trade Expo Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka-bukaan terkait masterplan hilirisasi Indonesia. Di mana, Indonesia ditargetkan mampu menggaet sebanyak US$ 618 miliar atau Rp11.065 triliun (kurs Rp17.905 per US$) di tahun 2040 dari proyek hilirisasi.

"Masterplan ke depan, hilirisasi Indonesia pada tahun 2040, target kita mencapai US$ 618 miliar. Dan hilirisasi ini sesungguhnya dilakukan dari semua sektor," terang Bahlil dalam Trade Expo Indonesia 41 Tahun di ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10/2026).

Bahlil mencatat, hilirisasi yang sedang dijalankan oleh pemerintah diantaranya adalah sektor mineral dan batu bara, sektor oil and gas, sektor kehutanan, perikanan, maupun pertanina.



"Peta jalan inilah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kita," tegas Bahlil.

Atas berkembangnya hilirisasi di Indonesia, Bahlil memastikan, bahwa Inodnesia ke depan tidak lagi menjadi negara yang hanya mengekspor bahan baku. Hal ini tentunya akan mengganggu negara-negara industri yang mengandalkan bahan baku dari Indonesia.

"Itu awalnya merasa terganggu betul," ungkap Bahlil.

Tapi paling tidak, dengan adanya hilirisasi, Indonesia akan terus berkembang dengan penciptaan nilai tambah. Dia mencontohkan, ketika pemerintah Indonesia menggenjot hilirisasi di sektor mineral, di komoditas nikel. Pada tahun 2017-2018.

"Di mana ekspor nikel kita itu hanya mencapai US$ 3,3 miliar. Begitu kita menyetop ekspor ore nikel, kita membangun industrialisasi, kita membangun hilirisasi, kita membangun ekosistem baterai mobil dari hulu ke hilir sampai dengan battery pack, alhamdulillah nilai ekspor kita untuk di sektor mineral nikel aja pada tahun 2023 sudah mencapai US$ 34 miliar," urainya.

Adapun di tahun 2025 ini, nilai ekspor dari hilirisasi sudah lebih di angka US$ 40 miliar. "Dan di tahun 2026 saya targetkan minimal di angka US$ 45 miliar," jelas Bahlil.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp. 180 T