MARKET DATA

Italia-Malaysia Lepas 10% Saham di Blok Migas RI, Ini Kata Ahli

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
14 October 2026 11:30
Blok West Ganal, yang dioperasikan ENI West Ganal. (Doc SKK Migas)
Foto: Blok West Ganal, yang dioperasikan ENI West Ganal. (Doc SKK Migas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan patungan asal Italia (Eni) dan Malaysia (Petronas) yakni Searah, melepas 10% hak partisipasi non-operator pada empat Kontrak Bagi Hasil (PSC) di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Pelepasan porsi saham di PSC Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal tersebut diambil alih oleh PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Pertamina Hulu Energi.

Praktisi migas sekaligus mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo menilai langkah pelepasan saham tersebut merupakan bentuk pembagian risiko dari sisi pengembang. Ia menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut terdorong oleh keinginan para pihak untuk berkolaborasi mengelola risiko investasi laut dalam (deepwater).

"Ini part of sharing risk dari sisi ENI. Namun part of strategic coreporation dari segi Medco dan Pertamina. Walaupun dalam tahap development, resiko di oil and gas selalu ada sehingga perlu kolaborasi," ujar Hadi kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (14/10/2026).

Hadi menjelaskan bahwa nilai pengembangan proyek laut dalam Eni di Cekungan Mahakam untuk empat lapangan tersebut mencapai sekitar US$ 15 miliar setara Rp 268,36 triliun (asumsi kurs Rp 17.891 per US$). Nilai investasi proyek laut dalam yang tinggi tersebut membutuhkan sinergi serta kolaborasi antarperusahaan migas.

"Benar, Eni Development di deepsea Mahakam Basin di 4G : Gehem, Geng North, Gendalo dan Gandang sekitar US$ 15 miliar. Jumlah yang cukup besar dan perlu kolaborasi dan sinergi," kata Hadi.

Hadi menilai bahwa transaksi merger dan akuisisi hak partisipasi tersebut tidak terkait langsung dengan isu lesunya iklim investasi migas nasional. Melainkan, langkah korporasi tersebut murni didasari oleh strategi pembagian risiko proyek antara pengembang awal dan mitranya.

"Lesunya investasi migas terkait iklim investasi Indonesia yg belum kondusif sepenuhnya, tidak terkait langsung dengan Merger and Acquicition. Coreporate action ini lebih banyak di drive oleh keinginan para pihak untuk kolaborasi dan sharing risk," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PHE Sunaryanto menyampaikan bahwa akuisisi porsi saham tersebut untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Pertamina pada blok migas kelolaan Eni tersebut memperkuat portofolio hulu perusahaan pada aset yang memiliki potensi sumber daya berkualitas.

"Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (13/10/2026).

Melalui Sales and Purchase Agreement (SPA) pada Oktober 2026, PHE mengambil alih 10% Participating Interest (PI) milik Eni di WK North Ganal dan WK Rapak. Selain itu, anak usaha Pertamina ini juga menambah porsi kepemilikan saham di WK East Sepinggan dari sebelumnya 15% menjadi 25%.

"Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur," tambahnya.

Di sisi lain, MedcoEnergi menyepakati akuisisi 10% hak partisipasi non-operator dari Eni pada empat Kontrak Bagi Hasil (PSC) di Cekungan Kutai. Empat blok tersebut meliputi PSC Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal yang mencakup penemuan gas di lapangan Geliga.

"Transaksi ini melengkapi portofolio kami di Indonesia, memperluas kehadiran kami dalam rantai pasokan LNG yang telah terbangun dengan dukungan infrastruktur dan operasi berkelas dunia," tutur Ronald dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (13/10/2026).

Masuknya Pertamina dan MedcoEnergi ke dalam blok-blok migas kelolaan Eni ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pasokan gas di Cekungan Kutai yang terhubung langsung dengan infrastruktur LNG nasional. Langkah investasi ini juga mendorong percepatan Proyek Strategis Nasional Kutei North Hub serta membuka peluang sinergi operasional dengan fasilitas PT Badak NGL di Kalimantan Timur.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Perusahaan Hashim Resmi Menang Lelang Blok Migas RI, Ini Profilnya


Most Popular
Features