MARKET DATA

Cegah Antrean Panjang BBM, Beberapa SPBU di Bali Buka 24 Jam!

pgr,  CNBC Indonesia
14 October 2026 10:38
Warga mengantre BBM di SPBU Besang, Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung, Bali, Rabu (14/10/2026). (Dok. detikBali/Fatih Kudus Jaelani)
Foto: Warga mengantre BBM di SPBU Besang, Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung, Bali, Rabu (14/10/2026). (Dok. detikBali/Fatih Kudus Jaelani)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyatakan, bahwa pihaknya akan memberikan pelaynana 24 jam di sejumlah SPBU di Bali, khususnya di Denpasar, Badung.

Hal ini dilakukan sebagai langkap Pertamina dalam mengurai antrean panjang di sejumlah wilayah di Bali dalam beberapa hari terakhir ini.

"Peningkatan pelayanan 24 jam di SPBU sudah disampaikan Denpasar, Badung dan tentunya dalam 1-2 hari ke depan juga wilayah Tabanan dan Gianyar. Kita juga menambah penguatan operator di SPBU, kita sudah koordinasi dengan Hiswana Migas," kata Simon dikutip dari Instagram Gubernur Bali Wayan Koster @kosterupdate, dikutip Rabu (14/10/2026).

Atas hal itu, Dirut Pertamina Simon menegaskan akan memantau situasi sampai pembelian BBm di wilayah Bali ini berjalan dengan normal. Oleh karena itu, pihaknya terus mengupayakan agar distribusi BBM terus dipercepat, ritase armada dari mobil tanki BBM ditambah, begitu pun juga dengan operator SPBU.

"Semua kita usahakan bersama-sama, semoga bisa ada perubahan yang signifikan, antrean terurai dan tentunya pelayanan akan semakin lebih baik, apabila 2-3 hari ke depan sudah normal, kita akan kembali pelayanan seperti biasa," tegas Simon.

Simon juga sebelumnya meminta maaf atas terjadinya antrean di SPBU dalam beberapa hari ini. Namun, ia memastikan Pertamina akan melakukan yang terbarik agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. "Tanpa untuk pembenaran, kami mohon maaf atas kejadian ini," terang Simon.

Ia menguraikan, salah satu penyebab utama terjadinya antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Bali ini dikarenakan adanya gangguan kapal kargo pada saat melakukan discharge. Di mana, jangkar kapal tanker tersebut mengalami kesulitan.

"Sehingga timing dan rencana yang sudah kita persiapkan pukul 6.30 pagi mundur sampai jam 10 malam. Namun sekali lagi kejadian ini tidak untuk pembenaran kami, bagaimana pun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat, jadi sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf," ungkap Dirut Pertamina Simon.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Suplai BBM di Makassar & Sekitarnya Kondusif, Antrean Mulai Terurai


Most Popular
Features