IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi China di 2026, Tapi 4 Negara Ini Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China tahun ini menjadi 4,5% pada hari Selasa (13/10/2026). Harga energi yang lebih tinggi akibat konflik Timur Tengah dan penurunan belanja domestik membebani aktivitas menjadi penyebab.
Proyeksi baru itu diterbitkan dalam laporan World Economic Outlook milik Dana Moneter Internasional (IMF). Ini menandai sedikit revisi ke bawah dari perkiraan sebelumnya yang dirilis pada bulan Juli.
IMF mengatakan pertumbuhan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini kemudian terlihat melambat menjadi 4,0% pada tahun 2027. Angka itu merupakan sepersepuluh poin persentase lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
"Harga minyak global yang lebih tinggi, ditambah dengan ketidakpastian yang berkepanjangan dan hambatan struktural, diperkirakan akan membebani aktivitas," kata laporan tersebut.
"Dukungan kebijakan diharapkan dapat mencegah perlambatan yang lebih tajam".
Perkiraan terbaru IMF untuk pertumbuhan tahun ini berada di bawah target resmi Beijing sebesar 4,5-5,0%. Angka ini terendah dalam beberapa dekade.
Krisis selama bertahun-tahun yang terjadi di sektor real estat China telah membuat takut konsumen. Ini pun menghambat aktivitas bahkan ketika ekspor dan sektor teknologi tinggi seperti kecerdasan buatan dan kendaraan listrik mengalami booming.
India, Korsel, Taiwan, Jepang
Sebaliknya, India menerima revisi kenaikan yang signifikan sebesar 0,6 poin persentase untuk tahun ini dalam laporan IMF. Pertumbuhan diperkirakan mencapai 7,0%.
"Peningkatan tersebut mencerminkan momentum berkelanjutan dan semakin banyak bukti potensi pertumbuhan yang lebih kuat yang didukung oleh dinamika demografis yang menguntungkan, pasar domestik yang besar dan berkembang, serta reformasi struktural yang berkelanjutan", kata laporan itu.
IMF juga menaikkan perkiraan pertumbuhan tahun ini di Korea Selatan (Korsel) menjadi 3,3% dan di Taiwan menjadi 10,7%. Keduanya didorong oleh lonjakan permintaan global terhadap chip AI.
Di Jepang, IMF kini memperkirakan pertumbuhan tahun ini akan mencapai 0,7%, naik sepersepuluh poin persentase dari proyeksi bulan Juli. Ini ditopang langkah-langkah fiskal yang diterapkan oleh Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi yang sebagian memitigasi lonjakan harga bahan bakar.