Bahlil Janji Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Desember 2026

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 13/10/2026 12:30 WIB
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjamin harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026.

Ditahannya harga jual BBM subsidi ditujukan untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan gejolak geopolitik global yang membayangi pasokan energi dunia.

"Dan harga BBM subsidi ya, bukan BBM non-subsidi, BBM subsidi sampai dengan 31 Desember, bagaimana caranya kita jagain untuk tidak naik dan saya janji BBM untuk subsidi tidak akan naik sampai dengan Desember," kata Bahlil dalam acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), di Jakarta, dikutip Selasa (13/10/2026).


Bahlil mengakui bahwa mempertahankan harga BBM subsidi di tengah ketidakpastian pasar global merupakan tugas yang berat. Kendati begitu, pemerintah berkomitmen untuk mengambil langkah terbaik demi menjaga stabilitas ekonomi rakyat.

"Ini bukan pekerjaan gampang, ini pekerjaan wah berat itu. Tapi untuk rakyat, kita harus melakukan yang terbaik," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa skema penyesuaian harga pasar tetap berlaku bagi golongan masyarakat mampu yang mengonsumsi BBM non-subsidi. Penyesuaian harga BBM non-subsidi akan terus mengikuti mekanisme pasar internasional secara berkala.

Keputusan menahan harga BBM subsidi tersebut diambil di tengah besarnya ketergantungan pasokan minyak mentah nasional dari pasar luar negeri. Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari (bph), sedangkan kemampuan lifting minyak bumi dalam negeri berada di kisaran 600.000 bph.

"Kita tetap bergantung total konsumsi kita untuk BBM itu 1,6 juta barel per day. Kita kita punya lifting itu kurang lebih sekitar 600.000 barel per day. Jadi kita impor itu kurang lebih sekitar 1 juta barel per day," paparnya.

Kondisi tersebut mengharuskan Indonesia mengimpor sekitar 1 juta barel minyak mentah dan BBM setiap hari. Di saat yang sama, ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, Houthi, hingga kawasan Arab Saudi terus memperberat arus logistik energi dunia.

Dengan begitu, untuk mengamankan ketahanan energi nasional, pemerintah terus berupaya mencari pasokan minyak mentah dari berbagai sumber internasional. Pemerintah terbuka mengambil pasokan dari manapun selama dinilai efisien, menguntungkan negara, dan sesuai regulasi yang berlaku.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bisnis Logistik Terdampak Harga BBM - Biaya Suku Cadang Naik