MARKET DATA

Ironi di Zimbabwe: Jalan Presiden Terang, Ketika Rakyat Kegelapan

chd,  CNBC Indonesia
13 October 2026 11:30
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengendarai Rolls Royce antik saat pembukaan sidang ke-5 parlemen terakhir di Harare, Selasa, 12 September 2017. (AP Photo/Tsvangirayi Mukwazhi/File Foto)
Foto: Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengendarai Rolls Royce antik saat pembukaan sidang ke-5 parlemen terakhir di Harare, Selasa, 12 September 2017. (AP/Tsvangirayi Mukwazhi/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson berbagi cerita terkait dengan pengalamannya mengunjungi Zimbabwe 9 tahun lalu. Saat itu, dia ingin melakukan penelitian di negara Afrika tersebut. Setibanya di sana, dia menemukan hal aneh.

Robinson mengatakan ada ketimpangan sosial yang terlihat jelas di Zimbabwe, menggambarkan kelembagaan ekstraktif yang terlihat jelas.

"9 tahun yang lalu, saya melakukan penelitian lapangan di Zimbabwe, Afrika bagian selatan, saat itu, saya berusaha memahami dinamika politik negara tersebut," kata Robinson dalam diskusi yang diselenggarakan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Prasasti Center for Policy Studies, Senin (12/10/2026).

Ia bercerita pada malam hari, saat dirinya naik taksi untuk kembali pulang setelah makan malam dari sebuah restoran, ada fenomena yang sangat timpang terlihat jelas.

"Ketika taksi berbelok di sebuah tikungan, saya melihat sesuatu yang aneh. Saya membutuhkan beberapa detik untuk memahami apa yang sebenarnya berbeda. Ada sesuatu yang tidak biasa di tempat tersebut, lalu saya menyadari kejanggalannya, ada lampu yang menyala," terang Robinson.

Dirinya pun bertanya kepada supir taksi terkait fenomena aneh tersebut, di mana lampu jalanan biasa lebih gelap. Namun menjelang kediaman Presiden Zimbabwe justru lebih terang.

"Apa yang sedang terjadi di sini? Mengapa jalanan di Harare gelap tanpa penerangan, tetapi jalan ini justru terang? Apa yang terjadi di kawasan ini?" tanya Robinson kepada supr taksi.

Kemudian supir taksi menjawab bahwa lampu penerangan tersebut merupakan akses menuju kediaman Presiden Zimbabwe.

"Oh, Tuan, ini adalah jalan menuju kediaman Presiden (Zimbabwe) Mugabe," jawab supir taksi.

Dengan kejadiannya yang dirasakan langsung, Robinson mengatakan wajar bila ekonomi Zimbabwe makin memburuk. Hal ini karena ketimpangan sosial yang sangat tinggi di negara Afrika bagian selatan tersebut.

"Zimbabwe adalah negara yang memperoleh kemerdekaan pada 1980. Namun, 46 tahun kemudian, kondisi ekonominya justru jauh lebih buruk dibandingkan ketika negara itu merdeka. Bahkan, tingkat pendapatan per kapitanya kini kurang lebih setara dengan tingkat yang pernah dicapai pada dekade 1960-an. Ini merupakan sebuah tragedi besar," ujar Robinson.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengusaha Tajir & Istri Tewas Kecelakaan Helikopter, Ini Sosoknya


Most Popular
Features