Industry Forum 2026

Video: Masalah Klasik: Pasokan Gas Industri Dibatasi, PHK Mengintai

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
12 October 2026 19:20

Jakarta, CNBC Indonesia- Pembatasan pasokan gas industri dari PGN mulai 14 September 2026 menjadi sekitar 78% dari kontrak minimum dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Kembali menghantam industri para pengguna gas bumi. Hal Ini menjadi tantangan bagi industri manufaktur terkait gas dalam mendorong ekspansi bisnis, meningkatkan daya saing hingga memperluas lapangan pekerjaan.

Terhambatnya pasokan gas untuk program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) disebut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perindustrian sekaligus Menteri Perindustrian 2014-2026, Saleh Husin sebagai masalah klasik yang tidak kunjung selesai mengingat gas menjadi kebutuhan vital bagi industri pengguna gas bumi seperti industri keramik.

Sebelumnya Kementerian Perindustrian pada 2015 telah meminta Kementerian ESDM terkait kepastian pasokan dan Harga gas industri, namun sayangnya persoalan gas industri Kembali terjadi dan industri hanya mendapatkan 40-45% gas industri Harga HGBT. Jika hal ini tidak dapat diatasi maka daya saing industri RI akan kalah yang berujung ke investasi.

Sementara Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan mengungkapkan dampak pembatasan gas industri yang pada akhir Oktober 2026 hanya dibatasi 66% untuk program HGBT sehingga 'memaksa' industri mulai merumahkan karyawan. Selain itu perusahaan juga harus merugi karena tidak dapat berproduksi maksimal memenuhi permintaan pelanggan.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto yang menyebutkan pembatasan pasokan gas industri menyebabkan industri keramik mengalami kemunduran. Setelah KEPMEN ESDM No.281/2026 terbit, industri dapat menerima aturan dengan pasokan gas sebesar 73% dari kebutuhan karena terkait kemampuan supply dengan harga USD 8-8,5 per MMBTU.

Namun pada bulan September 2026 industri dihadapkan pada aturan baru industri hanya bisa memanfaatkan gas HGBT sebanyak 40% dan kapasitas diminta untuk menurunkan kapasitas produksi. Hasilnya produksi terhambat dan perumahan karyawan mencapai 900 orang dan rencana ekspansi Kembali "wait & see" dan daya saing RI kalah jauh dengan Thailand hingga Malaysia.

Seperti apa persoalan gas industri? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perindustrian, Saleh Husin serta Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan dan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto dalam Industry Forum 2026, CNBC Indonesia (Senin, 12/10/2026)


Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...