Internasional

Serangan Houthi Menggila, Ramai Negara Minta Warga Hindari Arab Saudi

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 12/10/2026 16:05 WIB
Foto: Bandara Riyadh diserang Houthi, Kamis (8/10/2026). (Social Media via REUTERS/Social Media)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara memperingatkan warganya agar menghindari perjalanan ke Arab Saudi menyusul serangkaian serangan Houthi terhadap bandara-bandara di kerajaan tersebut. Amerika Serikat (AS), Australia, Kanada, Inggris, Korea Selatan, Jepang, dan Selandia Baru termasuk negara yang mengeluarkan imbauan perjalanan.

Melansir Al Jazeera, Senin (12/10/2026), Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia meminta warganya menghindari Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan mempertimbangkan kembali perjalanan ke bandara-bandara lain di Arab Saudi. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru melarang perjalanan ke bandara utama Riyadh serta provinsi Najran, Jazan, dan Asir.

Kedutaan Besar AS di Riyadh juga meminta warga negaranya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi karena ancaman serangan Iran dan kelompok Houthi yang didukung Teheran. Kanada mengeluarkan peringatan terhadap perjalanan yang tidak penting, sedangkan Korea Selatan menyarankan warganya meninggalkan Arab Saudi kecuali untuk urusan mendesak dan membatalkan rencana perjalanan ke negara tersebut.


Inggris turut mengimbau warganya menghindari perjalanan ke Jeddah dan Dammam, serta bandara-bandara lain selain Bandara Internasional Madinah, kecuali untuk keperluan penting. Serangkaian peringatan itu muncul setelah Arab Saudi menghadapi lima serangan terhadap bandara dalam waktu kurang dari sepekan.

Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GACA) Arab Saudi melaporkan satu orang tewas dan 11 lainnya terluka setelah sebuah proyektil menghantam Bandara Internasional King Khalid pada Minggu. Sehari sebelumnya, serangan Houthi di bandara yang sama dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, menjadikannya salah satu serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Houthi mengaku bertanggung jawab atas empat serangan sebelumnya terhadap bandara-bandara Saudi. Namun, hingga laporan tersebut disusun, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Minggu.

Dampak serangan turut mengganggu penerbangan di kawasan Timur Tengah. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam dilaporkan masih ditutup, sementara Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah mengalami gangguan operasional. Menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24, lebih dari 150 penerbangan dibatalkan dan 374 lainnya mengalami penundaan di Jeddah pada Minggu.

Analis dan konsultan penerbangan independen di Singapura, Sobie, mengatakan dampak jangka panjang terhadap industri penerbangan regional masih sulit dipastikan.

"Dampak dari krisis terbaru ini benar-benar tergantung pada berapa lama berlangsung, berapa lama bandara Riyadh tetap ditutup, dan berapa lama serta sejauh mana pembatasan setelah dibuka kembali," ujarnya.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Pasca Serangan di Riyadh, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Lebih Waspada