MARKET DATA

3 Juta Meter Persegi Ruang Kantor di DKI Kosong, Fenomena Apa?

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
12 October 2026 12:50
Kawasan SCBD. (Dok. scbd.com)
Foto: Kawasan SCBD. (Dok. scbd.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar perkantoran Jakarta mulai menunjukkan tanda pemulihan pada kuartal III-2026. Namun, kondisi ini tidak terjadi secara merata. Di tengah jutaan meter persegi ruang kantor yang belum terisi, ketersediaan gedung premium di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) justru semakin terbatas.

Data Colliers Indonesia menunjukkan ruang kantor kosong di kawasan CBD Jakarta mencapai sekitar 1,75 juta meter persegi, sedangkan di luar CBD sekitar 1,26 juta meter persegi. Dengan demikian, total ruang kantor yang belum terisi di Jakarta mencapai sekitar 3,01 juta meter persegi.

Namun, banyaknya ruang kosong tersebut tidak serta-merta membuat perusahaan leluasa mendapatkan kantor sesuai kebutuhan. Ruang kosong di gedung premium CBD hanya sekitar 128.000 meter persegi, jauh lebih kecil dibandingkan ruang kosong di gedung Kelas A yang mencapai sekitar 873.000 meter persegi.

"Jakarta itu belum kekurangan ruang kantor, tetapi mulai kekurangan ruang kantor yang memang diminati," ujar Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam dikutip Senin (12/10/2026).

Perkantoran di SCBD Laris Manis

Perbedaan tersebut turut terlihat dari tingkat keterisian gedung. Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) mencatat tingkat hunian sekitar 87,1% pada kuartal III-2026, lebih tinggi dibandingkan sejumlah kawasan perkantoran utama lainnya di Jakarta. Capaian ini menunjukkan bahwa permintaan semakin terkonsentrasi pada kawasan yang memiliki kombinasi lokasi strategis, bangunan berkualitas, dan fasilitas penunjang.

Daya tarik SCBD tidak hanya berasal dari gedung perkantoran yang tersedia. Kawasan tersebut juga memiliki akses transportasi publik, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, serta berbagai fasilitas lain yang terintegrasi. Faktor-faktor ini membuat perusahaan semakin mempertimbangkan kualitas kawasan ketika menentukan lokasi kantor.

"SCBD ini menawarkan kombinasi yang sekarang semakin dicari oleh tenant. Jadi di sana banyak gedung-gedung yang memang berkualitas, kemudian akses transportasi publik juga oke, kemudian di sana ada pusat perbelanjaan, hotel, ada F&B, dan berbagai fasilitas dalam satu kawasan terintegrasi," ungkap Ferry dalam Colliers Virtual Media Briefing Q3 2026 pada Rabu (7/10/2026).

Ferry menilai pemilik gedung perlu mencari cara yang lebih efektif untuk menarik penyewa, terutama dengan mengurangi hambatan saat perusahaan ingin berpindah kantor. Kemudahan relokasi, kesiapan ruang, dan kualitas fasilitas dapat menjadi pembeda di tengah persaingan yang semakin selektif.

"Jadi, kompetisi antar-gedung ini perlahan sudah mulai berubah, pemilik gedung tidak selalu harus memberikan diskon yang besar, diskon yang paling besar, kadang yang lebih efektif justru adalah menghilangkan hambatan tenant untuk pindah," tutur Ferry.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kantor Premium di Jantung Bisnis Jakarta Padat-Laku Keras, Tanda Apa?


Most Popular
Features