Anggaran Ketahanan Pangan Cair Rp113,3 T, Jadi Sawah-Subsidi Pupuk
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan telah mencairkan anggaran ketahanan pangan senilai Rp 113,3 triliun sampai dengan 30 September 2026.
Realisasi itu menjadi yang tertinggi dalam periode lima tahun terakhir. Pada 2025 bahkan baru terealisasi Rp 81,2 triliun, 2024 Rp 71,2 triliun, 2023 Rp 45,9 triliun, dan 2022 Rp 41,2 triliun.
"Anggaran ketahanan pangan Rp 113,3 triliun telah keluar," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN akhir pekan lalu, dikutip Senin (12/10/2026).
Mayoritas anggaran ketahanan pangan yang cair itu melalui belanja pemerintah pusat senilai Rp 87,5 triliun.
Di antaranya untuk program cetak sawah Rp 3,2 triliun seluas 38.048 hektare, penyaluran bantuan pangan tahap I Rp13,1 triliun terhadap 33,14 KPM, serta subsidi pupuk Rp 36,3 triliun.
Selanjutnya yang melalui transfer ke daerah (TKD) senilai Rp 2,9 triliun dalam bentuk dana desa Rp 2,6 triliun, dan dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp 300 miliar.
Adapun yang melalui pembiayaan nilainya Rp 22,8 triliun. Paling banyak lewat Perum Bulog Rp 22,7 triliun untuk pembelian beras, gabah, dan jagung.
Per 30 September 2026, yang telah digunakan untuk menyerap beras sebanyak 13,9 ribu ton, gabah 3,5 juta ton, dan jagung 55 ribu ton dari petani.
Sebagian kecil anggaran ketahanan pangan yang cair melalui pembiayaan ini ditujukan untuk International Fund for Agricultural Development (IFAD) atau Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian sebesar Rp 100 miliar.
(arj/arj)