MARKET DATA
Internasional

Isu Bangkrut AirAsia, Tony Fernandes Bertemu Kemenkeu Malaysia

sef,  CNBC Indonesia
12 October 2026 12:40
Air Asia. (Dok. Ariff Shah Sopian/AirAsia Berhad via Air Asia)
Foto: Air Asia. (Dok. Ariff Shah Sopian/AirAsia Berhad via Air Asia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pendiri AirAsia, Tony Fernandes, bertemu dengan para pejabat dari Kementerian Keuangan Malaysia dua minggu lalu untuk membahas potensi dukungan pemerintah bagi maskapai penerbangan berbiaya hemat terbesar di Asia Tenggara tersebut. Hal ini diberitakan Reuters mengutip tiga orang yang mengetahui masalah ini, sebagaimana diberitakan Senin (12/10/2026).

"Pembicaraan tersebut mencerminkan kekhawatiran pemerintah yang kian meningkat mengenai kesehatan keuangan maskapai penerbangan domestik terbesar di negara itu menyusul lonjakan harga bahan bakar pesawat," kata sumber-sumber.

"Diskusi tersebut berpusat pada prospek dukungan pemerintah terhadap upaya penggalangan dana AirAsia, dengan syarat maskapai tersebut menyetujui ketentuan yang diusulkan, yang saat ini masih dalam pembahasan," ujar dua sumber laman itu.

Sementara itu rincian terkait pembicaraan dan ketentuan sebenarnya belum diketahui jelas. Namun Fernandes, yang berbicara mewakili maskapai sebagai salah satu pendiri dan penasihat, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara eksklusif pada Jumat bahwa ia telah bertemu dengan para pejabat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Transportasi Malaysia pada minggu yang dimulai tanggal 28 September, atas permintaannya sendiri.

Namun ia mengatakan diskusi tersebut berfokus pada biaya-biaya terkait penerbangan seperti biaya bandara dan bahan bakar. Ia sempat menegaskan pembahasan bukan terkait bantuan keuangan.

"Tentu saja, seperti halnya setiap maskapai penerbangan di dunia, kami menyampaikan kepada pemerintah bahwa ini adalah masa yang sulit," ujarnya.

"Tidak ada pembahasan mengenai bantuan keuangan dengan pemerintah," tambah Fernandes.

"Saya sering bertemu dengan pejabat pemerintah... hanya karena saya bertemu dengan mereka, bukan berarti kami sedang membicarakan bantuan keuangan."

Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta bantuan kepada pemerintah. Menurutnya pula, pemerintah pun tidak menyampaikan kekhawatiran kepadanya mengenai pendanaan AirAsia ataupun menawarkan dukungan.

Fernandes menyatakan dirinya 100% yakin AirAsia mampu melewati situasi ini tanpa bantuan negara, sebagaimana yang telah dilakukannya selama masa pandemi. Namun, Fernandes mengatakan bahwa AirAsia tidak akan menolak bantuan jika ditawarkan oleh pemerintah mana pun di negara-negara tempat maskapai itu beroperasi, termasuk Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

"Kami tidak akan pernah menolaknya. Sungguh bodoh jika kami melakukannya," ujarnya.

Perwakilan dari Alton Aviation Consultancy, yang sebelumnya dilaporkan oleh Reuters telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan untuk menilai kebutuhan pendanaan AirAsia yang sedang merugi, juga menghadiri pertemuan tersebut. Ini juga dikatakan dua orang yang mengetahui jalannya diskusi.

Kementerian Keuangan Malaysia menolak berkomentar soal ini. Kementerian Perhubungan dan Alton tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Perlu diketahui, maskapai ini terdampak oleh lonjakan biaya bahan bakar pesawat yang naik 66% pada kuartal kedua dibandingkan kuartal sebelumnya, mencapai rata-rata US$183 per barel, akibat konflik AS-Israel dengan Iran. Pertemuan ini menyusul laporan Reuters bulan lalu yang menyebutkan bahwa pemerintah Malaysia telah menanyakan kepada Malaysia Airlines dan Batik Air apakah mereka sanggup mengambil alih pangsa pasar domestik AirAsia sebagai bagian dari perencanaan skenario, sementara pihak berwenang memantau kondisi keuangan maskapai tersebut.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tony Fernandes Buka Suara Keuangan AirAsia Berdarah-darah


Most Popular
Features