Jepang Punya Torpedo Type 93 Sanso Gyorai, AS Sampai Tak Percaya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang memiliki torpedo Type 93 Sanso Gyorai yang memegang peranan sangat penting selama Perang Dunia II. Keandalan dan kemampuan torpedo ini bahkan sempat membuat pihak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) terkejut dan tak percaya.
Dikutip dari Naval History and Heritage Command, torpedo ini dirancang sebagai senjata asimetris utama. Tujuan utamanya adalah untuk mengikis dan melemahkan kekuatan armada Angkatan Laut AS sebelum pertempuran laut berskala besar terjadi.
Pengembangan teknologi torpedo berbasis oksigen ini telah dimulai sejak awal 1920-an. Setelah melewati berbagai penyempurnaan untuk mengatasi hambatan teknis dan risiko ledakan, torpedo Type 93 akhirnya resmi beroperasi pada tahun 1935.
Torpedo ini berdiameter 24 inci (sekitar 61 cm) dengan hulu ledak seberat 1.080 pon (490 kg). Senjata ini mampu meluncur hingga 22 mil laut pada kecepatan 35 knot, atau 12 mil laut pada kecepatan 50 knot, jauh melampaui jangkauan torpedo Amerika Serikat saat itu yang umumnya di bawah 5 mil laut.
Keunggulan tersebut tak lepas dari penggunaan oksigen murni terkompresi sebagai bahan pengoksidasi. Penerapan teknologi ini tidak hanya memberikan kecepatan tinggi dan daya jelajah jauh, tetapi juga membuat geraknya hampir tidak meninggalkan jejak gelembung udara di permukaan air.
Kemampuan siluman ini kerap membuat armada kapal Sekutu kerepotan. Tanpa adanya indikasi awal di permukaan, kapal-kapal musuh sering kali mendadak dihantam ledakan dahsyat.
Kendati demikian, senjata ini tetap memiliki kelemahan yang cukup fatal. Penggunaan oksigen murni terkompresi membuatnya sangat sensitif, sehingga berisiko memicu ledakan sekunder yang menghancurkan jika kapal pengangkutnya terkena tembakan musuh.
AS Tak Percaya
Torpedo ini terbukti sangat mematikan pada awal Perang Dunia II, terutama dalam Pertempuran Laut Jawa (menenggelamkan kapal penjelajah Belanda De Ruyter dan Java), Pertempuran Selat Sunda (Houston dan HMAS Perth), Pulau Savo (Quincy, Vincennes, Astoria), Tassafaronga (Northampton), Teluk Kula (Helena), HMS Exeter, serta setidaknya 11 kapal perusak Sekutu lainnya.
AS tadinya sempat tak percaya dengan kemampuan kapal ini. Pihak militer Amerika Serikat baru menyadari kemampuan asli dan spesifikasi torpedo Type 93 ini secara utuh setelah berhasil menemukan fisik torpedo yang masih utuh pasca-Kampanye Guadalcanal pada tahun 1943.
(pgr/pgr)