Jepang Mulai Loyo, Data Baru Tunjukkan Perlambatan
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor Jepang mengalami perlambatan. Meski pada bulan September naik 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar.
Awalnya, para analis yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memprediksi pertumbuhan ekspor sebesar 20,1%. Ini merupakan bulan kedua berturut-turut pengiriman barang dari Jepang mencatatkan perlambatan, setelah sempat mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun pada bulan Juli.
Mengutip data Rabu (21/10/2026), pertumbuhan ini didorong oleh ekspor semikonduktor dengan nilai pengiriman meningkat 49,4% secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan tujuan pengiriman, ekspor ke China daratan, mitra dagang terbesar Jepang, naik 8,6%, sementara ekspor ke Amerika Serikat (AS) meningkat 22,9%.
Ekspor telah menjadi penggerak utama pertumbuhan Jepang selama dua kuartal pertama tahun 2026. Ini membantu ekonomi terbesar keempat di dunia ini melampaui ekspektasi pada kuartal pertama serta menopang pertumbuhan pada kuartal kedua.
Impor Jepang tumbuh 18,9%. Angka ini juga berada di bawah ekspektasi sebesar 19,6% menurut survei Reuters.