Internasional

Tetangga RI Selangkah Lagi Punya Nuklir, Dibantu Rusia Rp211 Triliun

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Sabtu, 10/10/2026 22:00 WIB
Foto: Foto yang diambil pada 25 September 2026 ini memperlihatkan pemandangan udara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Rooppur di dekat Sungai Padma, Ishwardi, di distrik Pabna, Bangladesh. (AFP/SALAHUDDIN AHMED)

Jakarta, CNBC Indonesia - Unit pertama dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) perdana milik Bangladesh dijadwalkan akan segera terhubung ke jaringan listrik nasional pada akhir bulan November mendatang. Mengutip Russia Today, Sabtu (10/10/2026), CEO dari raksasa nuklir Rusia Rosatom, Aleksey Likhachev, menyampaikan pengumuman tersebut secara langsung di Dhaka pada hari Jumat.

Hal itu disampaikan usai pertemuannya dengan Menteri Sains dan Teknologi Bangladesh Fakir Mahbub Anam, di mana keduanya secara intensif membahas berbagai isu utama terkait proyek tersebut. Proses pengisian bahan bakar di fasilitas itu sendiri diketahui telah dimulai sejak bulan April lalu.

PLTN Rooppur saat ini tercatat sebagai fasilitas infrastruktur paling mahal di Bangladesh yang mendapat dukungan penuh dari Rusia. Moskow mengalirkan pembiayaan berupa pinjaman negara sebesar US$ 11,9 miliar (Rp 211,82 triliun) untuk proyek raksasa tersebut, yang diperkirakan akan menelan biaya total hingga mencapai US$ 12,8 miliar (Rp 227,84 triliun).


"Tentu saja, kami masih memiliki beberapa pekerjaan di sini. Spesialis kami tidak hanya membangun, tetapi berdiri bahu-membahu, bekerja sama dengan operator di Bangladesh untuk memastikan pengoperasian pembangkit yang efektif dan aman," papar Likhachev.

"Semua keputusan akhir akan dibuat oleh pemerintah Bangladesh, rakyat Bangladesh. Kami menargetkan sekitar akhir November," pungkasnya.

Pembangkit canggih yang dibangun oleh Komisi Energi Atom Bangladesh tersebut terletak sekitar 160 kilometer dari ibu kota Dhaka. Fasilitas ini didukung oleh dua unit reaktor, yang mana masing-masing reaktor memiliki kapasitas sebesar 1.200 megawatt (MW). Pada bulan April lalu, Anam sempat menuturkan bahwa unit pertama tersebut diperkirakan akan mulai beroperasi dengan pasokan awal sebesar 300 MW.

Dalam kemitraan ini, Rusia secara penuh menyediakan berbagai peralatan esensial, bahan bakar nuklir, hingga bantuan teknis permesinan untuk kelancaran proyek bersejarah tersebut. Jika telah beroperasi secara penuh, PLTN ini diproyeksikan mampu memenuhi hingga 12% dari total kebutuhan listrik Bangladesh.

Kuatnya hubungan bilateral terkait megaproyek ini sebelumnya juga terlihat pada bulan Juni lalu. Dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman secara terbuka memuji pembangunan PLTN tersebut sebagai sebuah monumen kerja sama yang luar biasa di antara kedua negara.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rusia Mau Kasih Dana Rp17,9 T buat Iran