FOTO Internasional

Detik-Detik Pendemo Ditangkap-Diseret Paksa Polisi Jelang Demo Besar

Reuters, CNBC Indonesia
Sabtu, 10/10/2026 22:10 WIB

Polisi India menahan puluhan demonstran dan pemimpin oposisi di New Delhi saat protes menuntut pengunduran diri kepala komisi pemilihan umum.

1/6 Para pengunjuk rasa diamankan oleh petugas keamanan dalam aksi protes yang digelar oleh Cockroach Janta Party (CJP)—yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar—di dekat lokasi unjuk rasa di New Delhi, India, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Polisi menahan puluhan pengunjuk rasa dan sejumlah pemimpin oposisi di New Delhi, India, Sabtu (10/10/2026). Penangkapan dilakukan di tengah pengerahan ribuan aparat keamanan serta pembatasan ketat yang mencakup penghentian layanan transportasi dan telekomunikasi untuk meredam aksi protes. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

2/6 Para pengunjuk rasa diamankan oleh petugas keamanan dalam aksi protes yang digelar oleh Cockroach Janta Party (CJP)—yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar—di dekat lokasi unjuk rasa di New Delhi, India, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Demonstrasi yang digagas gerakan pemuda Cockroach itu menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum Gyanesh Kumar. Para demonstran mempersoalkan revisi daftar pemilih yang dinilai para kritikus menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. (REUTERS/Adnan Abidi)

3/6 Para pengunjuk rasa diamankan oleh petugas keamanan dalam aksi protes yang digelar oleh Cockroach Janta Party (CJP)—yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar—di dekat lokasi unjuk rasa di New Delhi, India, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Seorang pengunjuk rasa diamankan oleh petugas keamanan dalam aksi protes. "Kami tidak menentang politisi maupun partai mana pun. Kami menentang kebijakan yang cacat," ujar seorang demonstran perempuan yang tidak disebutkan namanya sebelum diseret polisi dari lokasi aksi. (REUTERS/Adnan Abidi)

4/6 Para pengunjuk rasa diamankan oleh petugas keamanan dalam aksi protes yang digelar oleh Cockroach Janta Party (CJP)—yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar—di dekat lokasi unjuk rasa di New Delhi, India, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Mantan Kepala Menteri Kerala, Pinarayi Vijayan, bersama sejumlah pemimpin oposisi juga mendatangi lokasi demonstrasi di Jantar Mantar. Mereka kemudian terlihat meninggalkan tempat tersebut menggunakan kendaraan polisi. Polisi turut menahan pendiri Cockroach Janta Party (CJP), Abhijeet Dipke, serta dua pemimpin senior, Saurav Das dan Ashutosh Ranka, setibanya mereka di Delhi dari Mumbai, menurut pernyataan CJP. (REUTERS/Adnan Abidi)

5/6 Para pengunjuk rasa diamankan oleh petugas keamanan dalam aksi protes yang digelar oleh Cockroach Janta Party (CJP)—yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar—di dekat lokasi unjuk rasa di New Delhi, India, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Aksi bertajuk "Menyelamatkan Demokrasi" itu direncanakan menjadi demonstrasi terbesar sejak rangkaian protes dimulai pekan lalu. Aksi dipicu laporan Indian Express bahwa sejumlah wakil Kumar mempertanyakan dan berbeda pendapat dengannya terkait revisi daftar pemilih yang menghapus sekitar 130 juta pemilih. (REUTERS/Adnan Abidi)

6/6 Para pengunjuk rasa diamankan oleh petugas keamanan dalam aksi protes yang digelar oleh Cockroach Janta Party (CJP)—yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar—di dekat lokasi unjuk rasa di New Delhi, India, pada 10 Oktober 2026. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Pada Jumat (9/10), polisi Delhi menyatakan tidak memberikan izin untuk demonstrasi tersebut dan memperingatkan bahwa pelanggar akan menghadapi konsekuensi hukum. Namun, CJP tetap melanjutkan rencana aksi dengan alasan menjalankan hak dasar warga. (REUTERS/Priyanshu Singh)