RI Menuju Kekeringan, Menkeu Suahasil Wanti-Wanti Harga Pangan Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperingatkan risiko tekanan lanjutan dari inflasi harga pangan bergejolak, yang pada September 2026 telah kembali naik ke level 5,03%, jauh di atas inflasi umum 3,28% secara tahunan (yoy).
Suahasil menjelaskan, gejolak harga pangan ini berpotensi terus mengalami tekanan karena dunia, termasuk Indonesia, tengah menghadapi fenomena kekeringan berkepanjangan alias El Nino.
"Volatile Food harus kita waspadai karena kita akan menuju El Nino, kekeringan, sehingga nanti dampaknya di pangan akan kelihatan," kata Suahasil saat konferensi pers, Jumat (9/10/2026).
Komoditas pangan yang ia sebut akan menghadapi tekanan akibat kekeringan di antaranya cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras.
Sejumlah komoditas ini kata Suahasil perlu menjadi perhatian serius otoritas terkait seiring dengan penurunan produksi di beberapa daerah sentra, terutama akibat gangguan cuaca, serta kenaikan biaya input produksi.
"Karena itu kita ingin sampaikan bahwa volatile food yang kita lihat ada peningkatan harga itu beberapa komoditas kita mu'ai perhatikan," kata Suahasi.
"Kita mohon seluruh institusi terkait memperhatikan sangat seksama bagaimana produksi permintaan dalam negeri kalau bisa jangan sampai ada kekurangan dan tingkatkan inflasi yang tidak perlu," tegasnya.
(arj/arj)