Pangkalan Militer Disusupi, Dua Pria Ditangkap Polisi
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua pria asal Latvia ditangkap setelah diduga menyusup ke pangkalan udara Royal Air Force (RAF) Molesworth di Inggris timur, yang digunakan oleh personel militer Amerika Serikat (AS).
Polisi anti terorisme Inggris kini menyelidiki kasus tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran atas keamanan pangkalan militer yang digunakan pasukan AS.
Kepala Unit Penanggulangan Terorisme Kepolisian London, Helen Flanagan, mengatakan belum ada indikasi bahwa insiden tersebut berkaitan dengan dugaan rencana serangan terhadap pangkalan RAF Fairford.
"Pada tahap ini tidak ada indikasi yang mengaitkan insiden ini dengan peristiwa di RAF Fairford pekan lalu," ujarnya dalam sebuah pernyataan, Kamis, seperti dikutip Reuters.
Kedua pria berusia 32 dan 36 tahun itu ditemukan setelah polisi Kementerian Pertahanan mendapati sebuah kendaraan yang ditinggalkan saat melakukan patroli keamanan di RAF Molesworth, sekitar 100 kilometer di utara London. Petugas kemudian menemukan celah kecil pada pagar pembatas dan menangkap keduanya di dalam area pangkalan.
Awalnya, kedua pria tersebut ditangkap atas dugaan memasuki kawasan terlarang dan melakukan perusakan. Mereka kemudian kembali ditangkap atas dugaan memasuki lokasi terlarang dengan tujuan yang merugikan Inggris berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional 2023. Keduanya diketahui merupakan penduduk Inggris, sementara polisi menggeledah dua lokasi di sekitar Peterborough.
Insiden ini terjadi beberapa pekan setelah sejumlah pria ditangkap terkait dugaan rencana serangan terhadap RAF Fairford di Inggris barat. Pemerintah Inggris mengaitkan dugaan rencana tersebut dengan Iran, tetapi Teheran membantah keterlibatan apa pun. Pada Senin, pihak AS menyatakan ancaman terkait Iran telah mendorong penarikan pesawat pengebom mereka dari Fairford.
RAF Molesworth sendiri digunakan personel AS untuk operasi komando dan analisis intelijen, termasuk kegiatan pusat intelijen NATO. Pangkalan tersebut tidak digunakan untuk operasi penerbangan. Polisi juga menyatakan petugas penjinak bom telah memeriksa kendaraan yang ditinggalkan dan tidak menemukan benda mencurigakan atau berbahaya.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menegaskan pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman di fasilitas militer.
"Kami sangat waspada terhadap potensi ancaman terhadap lokasi-lokasi militer kami dan bekerja sama erat dengan kepolisian untuk menjamin keamanannya," tulisnya melalui platform X.
Juru bicara Angkatan Udara AS turut mengapresiasi respons cepat aparat penegak hukum Inggris. Washington menyatakan akan terus berkoordinasi dengan mitranya di Inggris untuk menjaga keselamatan personel militer serta masyarakat sekitar pangkalan.
(tfa/luc)