50 Ribu Hektare Sawah Puso Gegara El Nino, Amran Gencar Lakukan Ini

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 21:00 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Martyasari Rizki

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap luas lahan sawah yang mengalami puso akibat fenomena El Nino kini diperkirakan mencapai 50 ribu hektare (ha). Angka tersebut meningkat dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang berada di kisaran 30 ribu ha.

Meski demikian, Amran memastikan kondisi tersebut masih dalam batas aman. Menurutnya, luas lahan yang terdampak puso relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas lahan pertanian yang diperkirakan mencapai 11 juta ha hingga akhir tahun.

"30 ribu hektare yang terdampak puso itu 3 bulan lalu, perkiraan sekarang maksimal 50 ribu hektare," kata Amran saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10/2026).


"Total luas lahan pertanian kita kan sampai akhir tahun itu perkiraan 11 juta hektare," sambungnya.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino, pemerintah menjalankan sejumlah program, mulai dari pembangunan irigasi hingga pompanisasi. Kementerian Pertanian (Kementan) juga mendorong optimalisasi lahan serta penggunaan benih yang dinilai lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Kekeringan lahan pertanian di Jonggol, Kab Bogor, Jawa Barat, Kamis, (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Kekeringan lahan pertanian di Jonggol, Kab Bogor, Jawa Barat, Kamis, (27/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Kita irigasi jalan, pompanisasi jalan, irpom jalan, oplah jalan. Semua jalan. Dan benih yang tahan kekeringan kita kirim. Ada juga yang produktivitasnya tinggi dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern-Adanced Agricultural System," jelas dia.

Amran menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan. Di sisi lain, ia juga menyinggung kondisi harga gabah yang saat ini berada di level tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut justru memberikan keuntungan bagi petani.

"Petani senang kan?" kata Amran.

Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin menekan harga di tingkat petani. Untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan harga beras di konsumen, pemerintah mengandalkan operasi pasar yang dilakukan Bulog, termasuk melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan.

"Iya, makanya operasi pasar karena beras kita banyak, saya minta Bulog petani biarkan menikmati harganya, tetapi Bulog melakukan operasi pasar. Dan ada juga SPHP kan, kemudian ada juga bantuan pangan," terangnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap harga gabah tetap memberikan insentif bagi petani, sementara harga beras di tingkat konsumen tetap terkendali.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Mentan Amran : E50 - B50 Sukses Bisa Hemat Rp 500 Trilliun