Internasional

Arab Saudi Makin Mencekam, Diplomat & Siswa Berlindung di Bawah Tanah

sef, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 17:40 WIB
Foto: Kobaran api terlihat dari kilang Aramco di sebelah selatan Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2026). (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi Arab Saudi dilaporkan makin mencekam. Mengutip AFP, Kamis (8/10/2026) siang, sejumlah ledakan terdengar di sekitar ibu kota, Riyadh. 

Dilaporkan bagaimana jurnalis mendengar bunyi dentuman keras di tengah perang yang sedang berlangsung antara kerajaan dan kelompok Houthi dari Yaman. Houthi yang diklaim terkait Iran sebelumnya juga menargetkan bandara Riyadh dan sejumlah infatsruktur kritis serta militer di Arab Saudi.

Dalam pembaruan Kamis siang, disebutkan bagaimana para diplomat asing telah diminta berlindung di shelter. Warga asing termasuk siswa-siswa sekolah internasional juga diminta mengambil langkah pencegahan.


"Satu sekolah mengevakuasi murid-murid ke ruang bawah tanah demi keselamatan," tulis AFP.

"Dua orang yang bekerja di pusat bisnis Riyadh, King Abdullah Financial District, juga mengatakan... bahwa sejumlah perusahaan sedang mengevakuasi staf dari kawasan tersebut," tambahnya.

Pada Rabu, otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa tiga orang tewas dalam serangan terhadap dua bandara internasional di kerajaan tersebut, termasuk di ibu kota Riyadh. Seorang warga negara Mesir dan seorang warga negara Aljazair tewas di bandara Abha, sementara seorang warga negara Sudan tewas di bandara Riyadh.

"Pada hari Selasa dan Rabu... Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan yang mengincar fasilitas-fasilitasnya," kata pernyataan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.

"Serangan-serangan itu juga melukai 36 orang," tambahnya.

Konflik di Yaman dalam bentuknya saat ini bermula ketika kelompok Houthi yang didukung Iran, merebut ibu kota Sanaa lebih dari satu dekade lalu. Hal ini memicu intervensi militer pimpinan Arab Saudi, namun, pertempuran sebagian besar mereda setelah adanya gencatan senjata pada tahun 2022.

Namun, sejak Juli 2026, hubungan kembali memburuk dan serangan lintas perbatasan mulai terjadi lagi. Pada Juli, ketegangan meningkat setelah Saudi melakukan serangan ke Sanaa, akibat serangan Houthi di wilayah Al-Jawf.

Pada September, Houthi melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah selatan Saudi, termasuk fasilitas energi dan instalasi militer. Houthi juga mulai menyerang kapal yang terkait dengan Saudi di Laut Merah dan mengumumkan blokade terhadap pelayaran Saudi.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bandara Arab Saudi Diserang, 3 Orang Tewas