2 Kawasan Nikel RI Sedot Listrik Lebih Besar dari Singapura

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 14:40 WIB
Foto: Groundbreaking 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai EV, 8 Oktober 2026. (Tangkapan layar youtube Setres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat total daya listrik yang terpasang dan dibangun di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Selatan, Maluku Utara mencapai 7,1 Giga Watt (GW).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memperhitungkan, bila kebutuhan listrik di IWIP digabungkan dengan kawasan industri di Morowali, Sulawesi Tengah sebesar 8,8 GW menjadi 15,9 GW. Angka tersebut melebihi pemakaian total listrik Singapura sebesar 13,1 GW.

Rosan menegaskan pasokan energi listrik dalam jumlah besar tersebut dibutuhkan untuk menopang seluruh rantai pasok industri nikel hingga baterai kendaraan listrik.


"Dan juga listriknya, Pak, saya juga ingin sampaikan bahwa listrik di sini yang sudah terpasang dan yang dibangun sudah lebih 7,1 GW, Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Nah kalau kita tambahkan dengan yang ada di Morowali, itu tambah 8,8 GW, jadi 15,9 GW, Bapak. Ini jauh lebih besar daripada seluruh pemakaian total listrik di Singapura 13,1 GW, Pak. Jadi dua industri ini sudah lebih besar dari Singapura energi listriknya," ujar Rosan dalam peresmian 11 proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, disiarkan daring, Kamis (8/10/2026).

Kebutuhan listrik di kawasan industri tersebut disuplai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mandiri guna mengoperasikan pemurnian nikel berbasis Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan High-Pressure Acid Leach (HPAL). Kawasan ini mengolah nikel saprolit dan limonit menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.

"Dan ini juga kita melihat bahwa industri pengolahan di Maluku Utara ini juga menyumbang hampir separuh PDB Maluku Utara. Provinsi ini tidak lagi sekadar daerah tambang, tapi telah menjadi daerah industri. Dan surplus perdagangannya juga meningkat tajam mencapai Rp 31,1 triliun pada tahun 2025," paparnya.

Pasokan listrik yang terpasang di IWIP menopang operasional 52 tenant investor global dengan total akumulasi investasi yang mencapai US$ 27 miliar. Kawasan industri terpadu ini telah menyerap 117.000 tenaga kerja serta menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 11 miliar.

"Jadi ini akan menjadikan ekosistem secara menyeluruh sudah ada di sini, kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Dan tentunya seperti yang Bapak sampaikan, hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi," tambahnya.

Peresmian 11 Proyek Hilirisasi dan Ekspor Baterai Kendaraan Listrik

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan proyek hilirisasi senilai US$ 10,2 miliar atau Rp180 triliun di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Nilai US$10,2 miliar itu diantaranya adalah peluncuran 11 proyek program hilirisasi serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

11 proyek hilirisasi itu diantaranya, komersialisasi 4 proyek industri dan memulai pembangunan 7 proyek industri baru yang semuanya bertempat di kawasan IWIP, Halmahera Tengah.

"Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru di Kawasan Weda Bay Industrial Park," terang Presiden RI Prabowo, dalam peresmian, Kamis (8/10/2026).

Prabowo mengucapkan selamat kepada semua pihat dan semua elemen dari dalam dan luar negeri. Baik mitra yang telah memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk bersama membangun suatu kesejahteraan bersama dan menciptakan kemakmuran bersama.

"Saudara-saudara apa yang dihasilkan dalam berapa tahun ini sungguh sesuatu yang patut kita banggakan, untuk itu saya di sini tegaskan komitmen pemerintah RI, untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari manapun yang di tanamkan di bumi Indonesia," tegas Prabowo.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ketok Palu Pembentukan PFII, RI Siap Jadi Surga Investasi Asia