2 Tahun Prabowo-Gibran, APBN Jadi Mesin Utama Program Prioritas

chd, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 12:00 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara saat menyampaikan laporan pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Tangkapan Layar Youtube/DPR RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Prabowo-Gibran hampir mendekati dua tahun, di mana selama itu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus memainkan peran strategis dalam mendukung pelaksanaan agenda prioritas.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan dalam dua tahun terakhir, APBN tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas akses layanan dasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.


"APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dalam APBN, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan negara dapat memperkuat kualitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Suahasil, dikutip dari siaran pers, Kamis (8/10/2026).

Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, dukungan APBN terhadap agenda prioritas antara lain tercermin melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, serta penguatan produktivitas masyarakat.

Pada sektor pendidikan, pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga 31 Agustus 2026 telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat. Pemerintah juga memperluas program Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, revitalisasi sekolah dan madrasah, serta digitalisasi pembelajaran.

Di bidang kesehatan, APBN mendukung perluasan Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau 70,3 juta penduduk pada 2025 dan 99,1 juta penduduk hingga September 2026. Pemerintah juga mengalokasikan dukungan untuk renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) lengkap di berbagai daerah.

Selain mendukung program prioritas, APBN juga berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal di tengah dinamika global. Perekonomian Indonesia tetap tumbuh di kisaran 5%, sementara reformasi fiskal dan sektor keuangan terus dilakukan untuk menjaga kesehatan APBN serta memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

"Kami juga terus mengoptimalkan peran APBN dalam melindungi masyarakat dan perekonomian dari berbagai risiko, salah satunya melalui penguatan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ekonomi ilegal yang berpotensi menggerus penerimaan negara sekaligus mengganggu aktivitas ekonomi yang sehat," terang Suahasil.

Target APBN 2027

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, peran APBN diarahkan semakin strategis. APBN 2027 tidak hanya menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas, tetapi juga dioptimalkan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 mencapai 6%, lebih tinggi dibandingkan target APBN 2026 sebesar 5,4%. Untuk mencapai target tersebut, kebijakan fiskal akan diarahkan untuk memperkuat investasi, mendorong aktivitas produksi, meningkatkan ekspor, menciptakan lapangan kerja formal, serta memperkuat daya saing perekonomian nasional.

"Ke depan, APBN harus semakin optimal. Kita ingin APBN tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan dorongan yang cukup kuat terhadap pertumbuhan. Jadi, disiplin fiskal dan pertumbuhan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama," tegas Suahasil.

Dalam APBN 2027, pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun, pendapatan negara Rp 3.426 triliun, serta defisit sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Postur tersebut dirancang untuk memberikan ruang fiskal yang memadai dalam mendukung agenda pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal.

Upaya mendorong pertumbuhan juga tidak hanya mengandalkan APBN. Pemerintah akan memperkuat sinergi dengan sektor swasta dan Danantara untuk meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, mendorong hilirisasi, dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa untuk mencapai pertumbuhan 6% pada 2027, pertumbuhan investasi perlu dipacu hingga sekitar 7%.

"Tagline yang selalu saya gaungkan selama dua tahun terakhir, APBN menumbuhkan, APBN melindungi dan APBN yang kredibel. Demikian refleksi dua tahun pemerintahan di bawah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, semoga kita bisa melanjutkan pekerjaan besar kita untuk Indonesia lebih baik." ujar Suahasil.

"Dengan demikian, perjalanan dua tahun pemerintahan menjadi pijakan untuk memasuki tahap pembangunan berikutnya. APBN akan terus diarahkan untuk menjaga stabilitas, melindungi masyarakat, memperkuat fondasi pembangunan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif," tutup Suahasil.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tuntut Perbaikan Pendidikan, 250 Ribu Pelajar Demo di Prancis