CLOSE AD
MARKET DATA

DJBC Sudah Sita 1,1 Miliar Rokok Ilegal, Menkeu: Tapi di Luar Berlipat

Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia
07 October 2026 13:50
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama berbincang dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara saat menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Sel
Foto: Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama berbincang dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara saat menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjadikan momen peringatan 80 tahun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mengapresiasi sekaligus memperingatkan masih besarnya pekerjaan rumah otoritas kepabeanan dan cukai.

Dalam momen itu, Suahasil menyoroti penindakan terhadap lebih dari 1,1 miliar batang rokok ilegal yang telah dilakukan DJBC hingga saat ini. Capaian itu ia anggap sebagai modal penting, sekaligus menunjukkan besarnya tantangan pengawasan yang masih harus dihadapi.

Menurut Suahasil penindakan miliaran batang rokok ilegal yang telah berhasil dilakukan tidak menjadikan alasan bagi pegawai DJBC untuk berpuas diri. Menkeu mendorong DJBC untuk terus mencari dan menindak pelanggaran yang masih terjadi.

"Anda kerja dengan benar, dapat 1 miliar (batang rokok ilegal), kami apresiasi, tapi di luar sana berlipat-lipat. Ayo kita jadikan sebagai motivasi," kata Suahasil dikutip dari keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Selain rokok ilegal, Suahasil juga menyinggung soal kemampuan bea cukai untuk menindak komoditas emas ilegal. DJBC telah menggagalkan upaya penyelundupan emas ilegal lebih dari 300 kilogram emas.

Untuk memperkuat pengawasan, Suahasil meminta DJBC mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari SDM dan kompetensi hingga teknologi, peralatan, dan proses bisnis.

Kementerian Keuangan menurutnya telah mendorong penguatan pengawasan, termasuk dengan meningkatkan kehadiran kapal patroli di wilayah laut Indonesia.

"Seluruh staf kita yang ada di lapangan harus memiliki kemampuan, kompetensi, teknologi, peralatan, dan proses bisnis yang baik sehingga bisa menjalankan tugas. Ini adalah tugas kita bersama," tutur Suahasil.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bea Cukai Tindak 20.643 Kasus, Barang Sitaan Tembus Rp11,25 T


Most Popular
Features