RI Kaya Gas Kenapa Impor LPG? Bahlil Ungkap Penyebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjabarkan bahwa Indonesia sejatinya 'kaya' akan gas bumi. Bahkan, bisa sampai pada ekspor Liquefied Natural Gas (LNG).
Lalu mengapa masih impor Liquefied Petroleum Gas (LPG)?
Bahli menjelaskan, bahwa total kebutuhan LPG Indonesia mencapai 8,5 juta - 9 juta ton tiap tahunnya. Adapun 80%-85% masih dilakukan impor. "Impor kita kurang lebih sekitar 7 juta - 7,5 juta ton. Sisanya industri di dalam negeri," terang Bahlil dalam Investor Daily Summit 2026, Rabu (7/10/2026).
Bahlil menguraikan Indonesia memiliki gas yang berlimpah, bahkan bisa sampai ekspor LNG hingga 30% dari total produksi gas yang ada.
"Saya di-brief ternyata gas kita banyak, tapi saya katakan kenapa tidak dibikin LPG? Ternyata bahan baku LPG itu C3 dan C4 namun gas yang paling banyak di Indonesia C1, C2, itu kira-kira," jelas Bahlil.
Oleh karena itu, untuk menekan impor LPG itu, kata Bahlil, Indonesia harus terus melakukan konversi dan terus mencari resources gas yang sesuai dengan kriteria LPG.
"Untuk menuju kedaulatan energi, arahan Bapak Presiden, kita harus mencari seluruh resources, sumber daya alam kita. Nah, yang pertama, kita sudah sukses menjalankan program B50," tegas Bahlil.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]