Hashim Optimistis Harga Minyak-BBM Bisa Turun Kembali

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 07/10/2026 15:55 WIB
Foto: FAISAL RAHMAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo optimistis bila harga minyak dunia bisa turun kembali. Dirinya meyakini konflik geopolitik di Timur Tengah akan mereda dan Selat Hormuz bisa dibuka kembali.

Hashim pun mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu di media sosial terkait pasokan dan kondisi ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa prospek sektor energi Indonesia berada dalam posisi aman dan dapat membaik.

"Saya kira kita enggak usah terpengaruh dengan sosial media Indonesia Terang, Gelap, ini apa, enggak, Indonesia Terang kok. Dan akan lebih terang lagi nanti. Selat Hormuz dibuka, Presiden Trump kembali ke ini ya, ke kandang ya. Dan Iran, ini harga minyak, harga BBM turun. Semua diesel nanti akan muncul kembali saya kira. Pada saat ini saya masih optimis, masih optimis," ungkap Hashim dalam acara Investor Daily Summit 2026, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).


Hashim menilai saat ini negara-negara penghasil minyak (OPEC), apalagi Indonesia, bukanlah menjadi negara penentu harga minyak dunia. Amerika Serikat (AS) lah yang dinilai menjadi negara penentu harga minyak dunia saat ini.

"Hanya satu, harga minyak. Ya itu, tapi harga minyak itu bukan ditentukan Pemerintah Indonesia. Harga minyak tidak ditentukan oleh OPEC. Harga minyak ditentukan oleh Presiden Donald Trump. Kalau dia menghentikan perang dengan Iran, harga minyak akan turun. Hashim mungkin akan sedih karena harga minyak turun. Tapi enggak apa-apa, masih banyak pecuan kok, enggak apa-apa lah ya," tambahnya.

Di samping perkembangan harga minyak global, pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui akselerasi pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel mulai dari B50 hingga B100.

Pemanfaatan biodiesel tersebut memanfaatkan lahan dari 12,7 juta hektar hutan terdegradasi atau hutan rusak, tanpa melakukan pembukaan terhadap hutan primer.

Upaya penyediaan energi terbarukan dan bahan bakar nabati tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjalankan prinsip pertumbuhan ekonomi berimbang (balanced growth). Strategi tersebut dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

"Kita sangat optimis, Indonesia Terang. Kita akan bertumbuh, kita akan bertambah ekonomi kita dengan strategi yang berimbang. Growth with balance, balanced growth. Balance kita perhatikan dan kita utamakan juga lingkungan hidup," tandasnya.

Seperti diketahui, harga minyak selama September 2026 terus bergerak naik ke atas US$ 90-an per barel, bahkan pernah menyentuh US$ 108,75 per barel pada 15 September 2026 lalu. Meski Oktober 2026 relatif menurun, tapi harga minyak Brent pada awal Oktober masih di atas US$ 100 per barel.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: China Kembali Batasi Ekspor BBM