CLOSE AD
MARKET DATA

Ada Data Center, Hashim Ngaku Senang Karena Bisnisnya Bisa Tahan Lama

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
07 October 2026 15:15
Ketua Satgas Perumahan (Hunian), Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutan saat groundbreaking hunian terjangkau di kawasan dekat Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: FAISAL RAHMAN

Jakarta, CNBC Indonesia - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengaku senang dengan berkembang pesatnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pusat data (data center). Pasalnya, lonjakan kebutuhan energi dari infrastruktur digital tersebut membuat bisnis minyak, gas, dan tambang yang digelutinya dapat bertahan lebih lama dan terhindar dari sunset industry.

Hashim membeberkan bahwa kebutuhan energi untuk menopang data center dan AI terhitung sangat besar. Sebagai pengusaha yang berkecimpung di sektor minyak dan gas (migas) selama 34 tahun, ia menilai tingginya konsumsi energi tersebut membawa dampak positif bagi keberlangsungan usaha energi fosil.

"Tapi, terus terang saja saya sebagai pengusaha migas dan tambang senang. Karena bisnis saya akan bertahan lebih lama Pak Enggar, tidak akan jadi sunset industry," ujarnya dalam acara Investor Daily Summit 2026, di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Hashim menjelaskan bahwa sebagian besar pihak belum menyadari tingginya konsumsi energi yang dibutuhkan untuk operasional AI dan data center di masa ekonomi modern. Kebutuhan energi yang melonjak tersebut pada akhirnya membuka peluang pasar yang besar bagi para pelaku industri energi.

"Orang sekarang banyak tidak sadar bahwa kebangkitan atau munculnya AI dan data centers, yang konon ini adalah terkait dengan the new economy, the modern economy, sebetulnya kebutuhan energinya besar sekali. Besar sekali. Terus terang saja Bapak-Bapak senior, saya senang. Karena itu bidang saya Pak, energi," katanya.

Meski pemanfaatan energi fosil masih berjalan, pemerintah tetap menerapkan strategi pertumbuhan ekonomi yang berimbang (balanced growth) untuk menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan.

Salah satu upayanya, pemerintah menyiapkan program energi terbarukan, salah satunya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Giga Watt (GW) yang dilengkapi sistem penyimpanan baterai.

"Nah, pesan kita ke dunia luar, kita mau mencapai 8% pertumbuhan, lebih. Tapi dengan program yang berimbang. Itu berimbang itu apa? Kita tidak mengabaikan ya kesadaran kita, kepekaan kita terhadap lingkungan hidup," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Center Sedot Banyak Air & Listrik, Ini Respons ESDM


Most Popular
Features