Airlangga: Freeport Bisa Guyur RI Tambahan Investasi Rp715 Triliun

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 06/10/2026 12:45 WIB
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto tiba di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/10/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menyebut perpanjangan kontrak Freeport dapat memberikan tambahan investasi sebesar US$40 miliar atau Rp715,53 triliun (kurs Rp17.888/US$). Menurutnya, tambahan investasi tersebut dapat menarik lebih banyak lagi investasi yang masuk ke Indonesia.

"Jika Freeport berhasil mendapatkan perpanjangan kontrak dengan nilai tambahan US$40 miliar, maka akan miliaran investasi lagi yang masuk ke Indonesia," tutur Airlangga dalam sambutannya di 14th US-Indonesia Investment Summit 2026 di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan nota kesepahaman atau MoU dari komitmen investasi itu telah diteken di AS. Maka, masuknya aliran investasi tambahan Freeport ke Indonesia akan sejalan dengan implementasi kontraknya.


"Mengingat MoU-nya telah ditandatangani di AS. Jadi, menurut saya, kini semuanya bergantung pada tahap implementasinya," ucap Airlangga.

Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan capaian perdagangan antara Indonesia dan AS pada periode 2021 hingga 2025.

Airlangga membeberkan ekspor Indonesia ke AS meningkat dari US$25 miliar menjadi US$31,01 miliar, sementara impor tumbuh dari US$11,31 miliar menjadi US$12,88 miliar.

Pada semester pertama tahun ini, ekspor RI ke AS tercatat sebesar 15,85% dan impor 7,28%.

Airlangga menyebut selama lima tahun terakhir, AS konsisten menjadi salah satu dari lima sumber utama Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) bagi RI.

Pada semester pertama tahun ini, realisasi investasi mencapai US$1,72 miliar, yang didominasi oleh sektor jasa sebesar US$781 juta dan sektor pertambangan sebesar US$773 juta.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: S&P Beri Indonesia Kabar Baik, Tapi Ada "PR-nya"