Internasional

Survei Terbaru: Popularitas Trump Hancur Lebur, Partai Republik Merana

tfa, CNBC Indonesia
Selasa, 06/10/2026 10:10 WIB
Foto: REUTERS/Elizabeth Frantz

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat kepuasan publik Amerika Serikat (AS) terhadap Presiden Donald Trump kembali bertahan di titik terendah, sementara dukungan pemilih Hispanik terhadap Partai Republik ikut merosot menjelang pemilihan paruh waktu. Kondisi ini menjadi sinyal tekanan bagi Trump dan Partai Republik dalam mempertahankan kendali Kongres.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang rampung Senin (5/10/2026) menunjukkan hanya 32% warga AS yang menyetujui kinerja Trump. Angka tersebut tidak berubah dari survei September dan menjadi salah satu titik terendah sepanjang karier politik Trump.

Pemilih Hispanik menjadi salah satu kelompok yang paling menjauh dari Trump. Hanya 24% responden Hispanik yang menyatakan puas terhadap kinerja Trump, terendah selama dua masa jabatannya, setelah kelompok ini sebelumnya membantu mengantarkannya meraih kemenangan dalam pemilu 2024.


Menjelang pemungutan suara 3 November, hanya 26% pemilih Hispanik yang berencana memilih kandidat Partai Republik. Sebaliknya, 52% menyatakan akan memilih Demokrat, menciptakan keunggulan 26 poin persentase bagi Demokrat, yang menjadi jarak terbesar sejak Trump kembali menjabat.

Secara keseluruhan, pemilih terdaftar juga lebih condong ke Demokrat dengan perbandingan 44% berbanding 37%. Di kalangan pemilih independen, Demokrat unggul 37% berbanding 21%, meski 28% kelompok tersebut masih belum menentukan pilihan.

Tekanan terhadap Partai Republik juga terlihat dari menyusutnya keunggulan di kalangan pemilih berusia 50 tahun ke atas. Kelompok ini kini hanya memilih Partai Republik dengan selisih 2 poin, yakni 44% berbanding 42%, jauh menyempit dari keunggulan 8 poin pada Desember lalu.

Biaya hidup menjadi salah satu isu utama yang dipertimbangkan pemilih. Jajak pendapat menunjukkan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar menjadi perhatian besar, sementara Partai Republik menghadapi risiko kehilangan mayoritas di DPR dan harus berjuang mempertahankan kendali Senat.

Survei Reuters/Ipsos dilakukan secara daring terhadap 4.506 orang dewasa di seluruh AS dengan margin kesalahan sekitar dua poin persentase. Hasilnya menunjukkan popularitas Trump yang rendah mulai berdampak lebih luas terhadap basis dukungan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.


(tfa/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BPS Catat Inflasi September 2026 Tembus 3,28% (yoy)