CLOSE AD
MARKET DATA

Laba Bersih Melejit 280%, PTBA Cuan Rp2,65 T di Semester I-2026

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
05 October 2026 16:50
PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 Triliun dan EBITDA sebesar Rp3,6 Triliun, dengan EBITDA margin di angka 11% hingga Kuartal III 2025. (Dok. PT Bukit Asam Tbk (PTBA))
Foto: PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 Triliun dan EBITDA sebesar Rp3,6 Triliun, dengan EBITDA margin di angka 11% hingga Kuartal III 2025. (Dok. PT Bukit Asam Tbk (PTBA))

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 280% secara tahunan (year on year) menjadi Rp 2,65 triliun pada Semester I-2026. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 0,83 triliun.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan membeberkan bahwa meroketnya kinerja keuangan perseroan merupakan dampak dari kombinasi efisiensi biaya, kebijakan strategis manajemen, penguatan penjualan ekspor, serta kenaikan harga jual rata-rata batu bara.

"Dan ini mungkin yang agak menaik, naik cukup 280% laba bersih semester satu. Ini cukup tinggi dari yang tahun lalu hanya 0,83 menjadi 2,65 triliun laba bersih kita," ujar Bambang dalam acara Media Synergy Forum PTBA, Jakarta, dikutip Senin (5/10/2026).

Berdasarkan data perusahaan, PTBA membukukan total pendapatan sebesar Rp22,03 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 8% dibandingkan periode Semester I-2025 yang sebesar Rp 20,46 triliun.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan Perolehan Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) mencapai Rp 4,27 triliun dengan Net Profit Margin berada di angka 12%.

Dari sisi operasional, realisasi produksi batu bara PTBA hingga pertengahan tahun 2026 mencapai 19,45 juta ton dengan stripping ratio sebesar 5,26x. Capaian produksi tersebut sejalan dengan target tahunan perseroan sebesar 50 juta ton.

Sementara itu, total volume penjualan batu bara menyentuh 21,10 juta ton, yang terbagi untuk pasar domestik sebesar 51% atau 10,77 juta ton dan pasar ekspor sebesar 49% sekitar 10,33 juta ton ke beberapa negara seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) hingga Juni 2026 telah terealisasi sebanyak 7,78 juta ton.

Bambang menambahkan bahwa perolehan positif tersebut berlanjut ke kuartal berikutnya, sehingga perusahaan optimis kinerja hingga akhir tahun dapat melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

"Ini semester satu, dan Juli-Agustus juga bagus kita. Jadi sampai akhir tahun kita optimis bisa lebih dari rencana kerja kita, RKAP kita ya, itu melebihi dari itu," imbuhnya.

Selain itu, faktor eksternal seperti fenomena El Nino dinilai menjadi tantangan khususnya pada sektor transportasi pengiriman di daerah lain serta hambatan pasokan energi global akibat konflik Selat Hormuz di Timur Tengah turut mendorong tingkat permintaan dan harga batu bara di pasar internasional.

Seiring dengan pergerakan indeks harga batu bara internasional, harga jual rata-rata perseroan pun tercatat mengalami peningkatkan sebesar 5% secara tahunan.

"Kemudian kalau melihat harga sekarang memang cukup bagus. Kemudian ada pengaruh apa? Salah satunya pengaruh El Nino ini kan teman-teman di Kalimantan itu sungai sudah mulai menyusut, sehingga batu bara sulit keluar," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article PTBA Masih Punya Sumber Daya Batu Bara 5,7 Miliar Ton


Most Popular
Features